Laporkan Masalah

STRATEGI KOMUNIKASI PUBLIK DALAM KEBIJAKAN VAKSINASI COVID-19 (STUDI KASUS: PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH)

ANISA ZHAFIRA, Yuyun Purbokusumo, Drs., M.Si.,Ph.D

2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini membahas mengenai strategi komunikasi publik yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan kebijakan vaksinasi Covid-19 dalam ruang lingkup Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah dinobatkan sebagai daerah dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terbaik nasional pada bidang tenaga kesehatan. Dengan prestasi tersebut tentu tak lepas dari strategi komunikasi publik yang dilakukan. Dalam hal ini, strategi komunikasi publik dilakukan oleh leading sector pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yaitu Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan stakeholder terkait, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model perencanaan dan analisis komunikasi SOSTAC (Situation Analysis, Objective, Strategy, Tactics, Action, and Control) untuk menganalisis strategi komunikasi publik yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan adalah strategi melalui pemilihan media, strategi konten, strategi sasaran, strategi melalui kerjasama, strategi melalui pemilihan komunikator yang tepat, strategi melalui analisis komunikasi krisis, dan strategi melalui pemberdayaan masyarakat. Adapun faktor pendukung dalam strategi komunikasi dalam mengkomunikasikan kebijakan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah adalah power dan leadership dari kepala daerah, dukungan dari media massa di Jawa Tengah melalui publisitas informasi seputar vaksinasi Covid-19, adanya kolaborasi yang baik melalui kerjasama antara stakeholder, organisasi ataupun forum masyarakat di Jawa Tengah. Kemudian yang menjadi faktor penghambat adalah munculnya disinformasi seputar vaksinasi Covid-9, kurangnya sumber daya manusia (resources) dan beban kerja yang tinggi sehingga menyebabkan beberapa kinerja kurang optimal, minimnya anggaran dalam memfasilitasi informasi untuk semua wilayah yang ada di Jawa Tengah, dan adanya hambatan pada sumberdaya sarana prasarana atau infrastruktur.

This study discusses the public communication strategy carried out by the Central Java Provincial Government and related stakeholders in the implementation of the Covid-19 vaccination policy within the scope of Central Java Province. Central Java Province has been named as the area with the best national Covid-19 vaccination implementation in the health workforce. With this achievement, of course, it cannot be separated from the public communication strategy carried out. In this case, the public communication strategy is carried out by the leading sector for the implementation of the Covid-19 vaccination, namely the Central Java Health Service and the Central Java Provincial Communication and Information Office. This study used a qualitative research design with data collection techniques through observation, interviews with relevant stakeholders, and documentation. This study uses the SOSTAC communication planning and analysis model (Situation Analysis, Objective, Strategy, Tactics, Action, and Control) to analyze the public communication strategy. The results of this study indicate that the communication strategy carried out is a strategy through media selection, content strategy, target strategy, strategy through cooperation, strategy through selecting the right communicator, strategy through crisis communication analysis, and strategy through community empowerment. The supporting factors in the communication strategy in communicating the Covid-19 vaccination policy in Central Java Province are power and leadership from regional heads, support from the mass media in Central Java through publicity of information about Covid-19 vaccination, good collaboration through collaboration between stakeholders, organizations or community forums in Central Java. Then the inhibiting factors are the emergence of disinformation about the Covid-9 vaccination, lack of human resources (resources) and a high workload that causes some performance to be less than optimal, the lack of budget in facilitating information for all regions in Central Java, and obstacles on infrastructure or infrastructure resources.

Kata Kunci : Communication Strategy, SOSTAC, Covid-19 Vaccine

  1. S1-2022-424670-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424670-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424670-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424670-title.pdf