STUDI KUALITATIF PENGALAMAN EMOSIONAL DAN STRATEGI IBU DALAM MENDAMPINGI BELAJAR ONLINE PADA MASA PANDEMI
NAILY MEI RINA WATI, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA., Vena Jaladara, S. K.M., M. P. H
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: adanya mutasi varian virus corona yaitu SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrom corona virus 2) yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019. Membuat dunia menetapkan virus tersebut sebagai pandemi COVID-19. Penyebaran dan penularan virus yang cepat mengakibatkan seluruh dunia melalukan lockdown, virus tersebut menyebar melalui droplet atau kontak langsung dengan pasien dan orang yang tidak bergejala juga dapat menularkan virus tersebut. Untuk mencegah terjadinya penularan tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan strategi social distancing dengan melakukan PSBB (pembatasan sosial bersekala besar). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah juga harus ditutup dan dilakukan secara online yang dinamakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). PJJ menyebabkan orang tua, terutama ibu sulit untuk mengendalikan emosi ketika mengajari anak belajar. Faktor-faktor lain seperti sosial dan ekonomi juga membuat orang tua (ibu) akan merasa terbebani oleh anak-anak mereka dengan adanya sistem PJJ. Banyaknya kesibukan ibu di rumah, ditambah harus mengontrol dan memantau anak memahami pelajaran akan mempermudah untuk menciptakan rasa tegang, marah, dan frustrasi bagi ibu yang menjadi pendamping belajar anaknya. Tujuan: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi masalah emosional dan strategi ibu yang mendampingi belajar online anaknya. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian kualitatif ini adalah metode fenomenologi berfokus pada pengalaman dan perasaan partisipan yang merupakan bagian dari penelitian "PresepsiMasyarakat dan Mahasiswa terhadap COVID-19 dan Pembelajaran Online: Sebuah Penelitian Campuran". Alasan menggunakan penelitian kualitatif karena penelitian ini akan memberikan penjelasan dari masalah secara spesifik dan mendalam, serta merupakan penelitian yang baru dan masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan tennik purposeful sampling yang melibatkan 10 orang ibu yang memiliki anak usia Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara online sesuai pedoman wawancara yang telah dibuat. Hasil : ditemukan pengalaman emsoional ibu ketika mendampingi belajar anak. Pengalaman emosional tersebut berupa perasaan lelah, letih, stres, sebel, rasa tidak sabar, dan marah. Hal ini terjadi karena perubahan kondisi menjadikan orang tua sulit untuk melakukan pengasuhan dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan sebelum COVID-19. Kendala atau tantangan saat mendampingi anak juga menjadi faktor yang meningkatkan pengalaman emosional ketika mendampingi anak belajar daring. Koping atau strategi yang dilakukan untuk mengatasi pengalaman emosional tersebut adalah dengan cara berfokus pada anak dan pada diri sendiri. Koping pada anak berupa menasihati, mengeleskan anaknya, membelikan fasilitas untuk kegiatan sekolah onlinenya, membiarkan anaknya bermain terlebih dahulu, dan ada juga yang mengiming-imingi anaknya agar mau belajar. Sedangkan koping untuk mengatasi pengalaman emosional ibu adaalah menyadari kondisi yang terjadi, dengan mengerjaka hal lain atau kesenangan terlebih dahulu, seperti mengerjakan kegiatan rumah tangga (bersih-bersih), menonton TV, melihat sosmed, jalan-jalan, dan bersepeda. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, mengasuh sekaligus menjadi guru bagi anak menyebabkan orang tua mengalami stress dan emosi. Hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik orang tua, karakteristik anak, sistem dukungan keluarga, dukungan sosial dan status sosial ekonomi, dan dukungan profesional. Faktor-faktor tersebut juga akan berpengaruh terhadap strategi koping stress yang dilakukan ibu karena semakin sedikit faktor mempengaruhi maka tingkat pengalaman emosional yang dialami ibu akan semakin rendah.
Background: there is a mutation of a variant of the corona virus, namely SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome corona virus 2) which was first discovered in Wuhan, China in December 2019. This caused the world to designate the virus as a COVID-19 pandemic. The rapid spread and transmission of the virus caused the whole world to go into lockdown, the virus spreads through droplets or direct contact with patients and people who are asymptomatic can also transmit the virus. To prevent this transmission, the Indonesian government has established a social distancing strategy by implementing PSBB (large-scale social restrictions). As a result, teaching and learning activities in schools must also be closed and carried out online called PJJ (Online Learning). PJJ causes parents, especially mothers, to find it difficult to control their emotions when teaching their children to learn. Other factors such as social and economic also make parents (mothers) feel burdened by their children with the PJJ system. The number of busy mothers at home, plus having to control and monitor children to understand lessons will make it easier to create tension, anger, and frustration for mothers who are their children's learning companions. Objective: This qualitative study aims to explore the emotional problems and strategies of mothers who accompany their children's online learning. Method: The method used in this qualitative research is the phenomenological method focuses on the experiences and feelings of participants who are part of the research "Society and Student Perceptions of COVID-19 and Online Learning: A Mixed Research". The reason for using qualitative research is because this research will provide an explanation of the problem specifically and in depth, and is a new research and is still rarely done. This study uses a purposeful sampling technique involving 10 mothers who have elementary school age children. Data was collected through online interviews according to the interview guidelines that had been made. Results: found the emotional experience of mothers when accompanying children's learning. These emotional experiences include feeling tired, tired, stressed, resentful, impatient, and angry. This is because changing conditions make it difficult for parents to carry out parenting in the same way as they did before COVID-19. Obstacles or challenges when accompanying children are also factors that increase the emotional experience when accompanying children to learn online. Coping or strategies that are used to overcome these emotional experiences are by focusing on the child and on yourself. Coping for children is advising, tutoring their children, buying facilities for online school activities, letting their children play first, and some are luring their children to want to learn. Meanwhile, coping to overcome the mother's emotional experience is to be aware of the conditions that occur, by doing other things or pleasures first, such as doing household activities (cleaning), watching TV, watching social media, walking, and cycling. Conclusion: Based on the results of the study, parenting as well as being a teacher for children causes parents to experience stress and emotions. It is influenced by several factors such characteristics of parents, children's characteristics, family support system, social support and socioeconomic status, and professional support. These factors will also affect the mother's coping strategies because the fewer factors affect the level of emotional experience experienced by the mother, the lower the level of emotional experience.
Kata Kunci : Keyword: Ibu, SARS-CoV 2, Pengalaman Emosional, Anak, Pembelajaran Jarak Jauh.