Laporkan Masalah

Eco Villa Resort di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta dengan metode Disprogramming

BAYU NURDIANTORO, Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Yogyakarta merupakan daerah yang dikenal masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kulon Progo, salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, masih memiliki banyak kekayaan alam flora maupun fauna. Meskipun potensi wisata yang dimiliki sangat kuat, kunjungan wisatawan ke kabupaten ini masih kalah dibandingkan semua kabupaten di D.I.Yogyakarta. Rendahnya angka kunjungan wisatawan Kulon Progo disebabkan oleh fasilitas penunjang pariwisata yang masih kurang memadai, khususnya di bidang penginapan. Hal ini terlihat dari data BPS Yogyakarta yang menunjukkan Kulon Progo tidak memiliki hotel bintang dan hanya 4 hotel non bintang hingga tahun 2020. Hal ini sangat disayangkan karena potensi alam yang dimiliki berpeluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Kondisi alam Kulon Progo, khususnya Desa Jatimulyo yang masih asri dibuktikan dengan populasi burung liar yang hidup disana masih terjaga. Dari 338 jenis burung liar yang hidup di Provinsi D.I.Y, 227 diantaranya hidup bebas di Kulon Progo dimana sebagian besar populasinya hidup di Desa Jatimulyo. Meski demikian, belum ada lembaga resmi yang melakukan konservasi di wilayah ini. Hanya kelompok pecinta alam masyarakat setempat yang tergabung ke dalam Kelompok Tani Hutan Wana Paksi. Melihat kondisi tersebut, penulis mengangkat gagasan perancangan eco-villa resort yang digabungkan dengan konservasi burung. Perancangan ini menggunakan metode disprogramming dimana fungsi Eco Villa Resort dan konservasi akan saling mempengaruhi, sehingga tercipta ruang irisan antara dua fungsi tersebut. Perancangan ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata khususnya wisatawan mancanegara, serta menjadi wadah dalam kegiatan konservasi burung dan alam Desa Jatimulyo.

Yogyakarta is an area known to the public as one of the favorite tourist destinations for local and foreign tourists. Kulon Progo, one of the regencies in the Special Region of Yogyakarta, still has a lot of natural assets of flora and fauna. Although the tourism potential is very strong, tourist visits to this district are still inferior to all districts in Yogyakarta. The low number of tourist visits to Kulon Progo is caused by inadequate tourism support facilities, especially in the lodging sector. This can be seen from the Yogyakarta BPS data which shows that Kulon Progo has no star hotels and only 4 non-star hotels until 2020. This is very unfortunate because the natural potential it has can increase tourist visits. The natural condition of Kulon Progo, especially Jatimulyo which is still preserved, is evidenced by the population of wild birds that live there is still maintained. Of the 338 species of wild birds that live in Special Region of Yogyakarta, 227 of them live freely in Kulon Progo where most of the population lives in Jatimulyo. However, there is no official institution that conducts conservation in this area. Only the local community's nature lovers group which are the members of the Kelompok Tani Hutan Wana Paksi. Seeing these conditions, the author raised an idea of designing an Eco Villa Resort combined with bird conservation. This design uses the disprogramming method where the Eco Villa Resort and conservation functions will influence each other, so it will create a common space between the two functions. This design also aims to increase the number of tourist visits, especially foreign tourists, as well as become a space for bird and nature conservation activities in Jatimulyo.

Kata Kunci : wisatawan, Eco Villa Resort, konservasi, disprogramming / tourist, Eco Villa Resort, conservation, disprograming

  1. S1-2022-413438-abstract.pdf  
  2. S1-2022-413438-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-413438-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-413438-title.pdf