Laporkan Masalah

Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Frekuensi Rujukan Pasien di Gadjah Mada Medical Center, Yogyakarta pada Tahun 2019-2020

JENNIFER ESTER Y, Rustamaji; Tri Murini

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Pada bulan Desember 2019, dilaporkan telah muncul kluster penyakit pneumonia baru (SARS-CoV-2) yang terjadi di Wuhan, China yang kemudian disebut sebagai ‘Coronavirus disease 2019’ atau ‘COVID-19’. Peran tenaga kesehatan primer untuk melakukan rujukan ke tingkat fasilitas kesehatan yang lebih tinggi dibutuhkan agar pemaksimalan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pasien (diagnosis maupun penanganan) dapat dicapai. Namun, bertambahnya kasus COVID-19 di Indonesia memberikan dampak yang signifikan terhadap frekuensi pengunjung fasilitas kesehatan. Perubahan jumlah rujukan pasien akibat pandemi COVID-19 perlu digali lebih lanjut untuk menentukan bagaimana efektifitas pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak pandemi COVID-19 terhadap frekuensi rujukan pasien di Gadjah Mada Medical Center (GMC), Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode Analisis Data Sekunder. Instrumen yang digunakan adalah catatan rekam medis dari GMC yang kemudian akan dianalisis dengan cara analisis statistik deskriptif, berdasarkan teori yang mendasari. Hasil: Ditemukan bahwa terdapat penurunan frekuensi rujukan pasien dokter umum sebesar 53,57% dan dokter gigi sebesar 82,59% di GMC selama pandemi COVID-19. Penurunan jumlah pasien rujukan secara drastis dapat terlihat pada dua bulan sejak pandemi COVID-19 muncul, yakni pada Maret hingga April 2020, dan secara keseluruhan mulai meningkat perlahan pada bulan ketiga hingga sembilan, yakni pada Mei hingga November 2020. Kesimpulan: Selama pandemi COVID-19, frekuensi rujukan pasien dokter umum dan dokter gigi pada GMC mengalami sebesar 57,84%. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang teridentifikasi, seperti adanya rasa takut yang dimiliki masyarakat untuk keluar rumah, himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah, hingga faktor internal yang mencakup mobilitas mahasiswa ke luar Yogyakarta yang mengalami peningkatan dan diberlakukannya beberapa kebijakan baru pada GMC sejak pandemi COVID-19 muncul.

Background: In December 2019, there was a report of a new cluster of pneumonia disease (SARS-CoV-2) occurred in Wuhan, China which then referred to as ‘Coronavirus disease 2019’ or ‘COVID-19’. The role of primary health workers to make referrals to another health facilities in order to maximize the health services (diagnosis and treatment) needed by patients. However, the increasing number of COVID-19 cases in Indonesia has a significant impact on the frequency of visitors to health facilities. Changes in the number of patient referrals due to COVID-19 pandemic need to be explored further to determine how effective health services are for the entire community, especially in Indonesia. Objective: This study aims to explore the impact of COVID-19 pandemic on the number or frequency of patient referrals at Gadjah Mada Medical Center (GMC), Yogyakarta. Method: This study is a quantitative descriptive study that uses secondary data method. Instrument that is used in this study is patients’ medical record from GMC that will then be analyzed using descriptive statistical analysis, based on theoretical bases. Results: It was found that there was a decrease in the referral frequency of general practitioners by 53,57% and dentists by 82,59% during COVID-19 pandemic. It was found that there was a decline in the number of referral patients that can be seen in the first two months since the COVID-19 pandemic emerged, namely in March to April 2020, and overall, the number began to increase slowly in the third until ninth month after the COVID-19 pandemic emerged, namely from May to November 2020. Conclusion: During the COVID-19 pandemic, the frequency of general practitioners’ and dentists’ patient referrals at Gadjah Mada Medical Center (GMC), Yogyakarta was decreased by 57,84%. This can be caused by several identified factors, such as the society’s fear of leaving the house, especially on visiting health facilities, government’s policy to limit outdoor activities, and a few internal factors, such as the increase of students’ mobility and the enactment of several new policies in GMC since the COVID-19 pandemic emerged.

Kata Kunci : rujukan, GMC, pandemi, COVID-19, fasilitas kesehatan

  1. S1-2022-423867-abstract.pdf  
  2. S1-2022-423867-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-423867-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-423867-title.pdf