Model Kepemimpinan Pada Inovasi Sektor Publik (Studi Kasus Inovasi PendekarKu di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Kulon Progo dan Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting di UPT Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul)
ANDRI PUTRA KESMAWAN, Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA; Dr. Bevaola Kusumasari, M.Si; Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc
2022 | Disertasi | DOKTOR MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKStudi mengenai pemilihan variabel kepemimpinan pada inovasi dimulai dari konsep/ penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu dimana gagasan inovasi pada organisasi sektor publik berasal dari individu yakni leader dan staf. Pendapat ini selanjutnya didukung dan dieksplorasi lagi oleh penelitian berikutnya bahwa inovasi sektor publik berasal dari internal dan eksternal driver. Eksternal driver meliputi lingkungan politik, ekonomi, sosial, teknologi & hukum sementara Internal driver meliputi strategi organisasi, iklim organisasi, kepemimpinan strategis, kewirausahaan, dan sumber daya organisasi. Studi ini akan mengkonfirmasi model kepemimpinan yang seperti apa yang dapat melahirkan inovasi. Termasuk melihat kapan dan bagaimana, serta pada karakteristik inovasi seperti apa pemimpin tersebut menciptakan inovasi. Oleh karena itu, untuk melihat bagaimana kepemimpinan yang menciptakan inovasi, maka perlu adanya identifikasi proses inovasi secara sistematis dimulai dari munculnya gagasan/ ide hingga implementasi serta evaluasi dan monitoring. Dinamika yang terungkap pada proses inovasi inilah yang akan menjadi dasar, pada tahapan mana kepemimpinan berperan aktif dalam menciptakan inovasi serta model kepemimpinannya dapat diidentifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pilihan metodenya menggunakan studi kasus yaitu kasus inovasi PendekarKu dan inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting. Pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi dipilih untuk mengumpulkan data-data penelitian. Hasil datanya dilakukan triangulasi data selanjutnya diolah dan dianalisa/ di interpretasi sehingga dapat menjawab pertanyaan penelitian. Temuan penelitian menunjukan bahwa proses inovasi organisasi sektor publik Inovasi PendekarKu dan inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting cenderung memiliki karakteristik yang berbeda. Inovasi PendekarKu didesain untuk mengelola pendidikan karakter pelajar sehingga karakternya sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai landasannya. Inovasi ini diinisiasi oleh Top leader (Bupati). Sementara itu inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting ditujukan untuk mengurangi persoalan angka kematian ibu dan anak serta pertumbuhan stunting yang semakin tinggi statistiknya. Inisiator inovasi ini merupakan gagasan bersama antar stakeholder dalam sebuah organisasi (collaborative innovations) yakni jaringan kolaborasi inovasi (collaborative networks for innovation), transfer pengetahuan antar stakeholders (knowledge transfer) dan menciptakan kebijakan inovasi (innovation policies). Model kepemimpinan yang menciptakan inovasi pada organisasi sektor publik, terutama pada inovasi Pendekarku dan Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting, adalah kepemimpinan transformasional. Di mana pemimpin pada lingkungan organisasi ini menciptakan inovasi untuk kebutuhan organisasinya. Namun demikian, pada inovasi Pendekarku, pemimpin hanya berperan sebagai inisiator, di mana pemimpin menginisiasi tetapi tidak terlibat dalam pelaksanaannya secara langsung. Sementara itu, pada inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting, pemimpin berperan aktif sebagai inisiator dan fasilitator, di mana pemimpin mengawal proses inovasi dari inisiasi sampai implementasi. Dominasi pemimpin dalam menginisiasi dan melakukan perubahan yang dibutuhkan organisasi inilah sehingga membuat perbedaan/ terobosan sebagai sebuah inovasi organisasi. Sementara itu, karakteristik inovasi teridentifikasi pada karakteristik inovasi yang inkremental. Dimana inovasi tersebut dilakukan secara bertahap melalui prosedur yang formal, sistematis, sentralistis, bersifat fungsional, berorientasi pada efisiensi, pada masyarakat yang homogen, pada organisasi yang sudah dewasa, dan manajemen bersifat eksploitasi.
The study of the selection of leadership variables in innovation starts from the concept/research conducted by previous researchers where the idea of innovation in public sector organizations comes from individuals, namely leaders and staff. This opinion is further supported and explored by further research. It shows that public sector innovations come from internal and external drivers. External drivers include the political, economic, social, technological and legal environment while internal drivers include organizational strategy, organizational climate, strategic leadership, entrepreneurship, and organizational resources. This study confirm what kind of leadership model can give birth to innovation. This includes looking at when and how, and what characteristics of innovation that the leader creates innovation. Therefore, to see how leadership creates innovation, it is necessary to systematically identify the innovation process starting from the emergence of ideas to implementation and evaluation, and monitoring. The dynamics revealed in the innovation process will be the basis, at which stage leadership plays an active role in creating innovations and the leadership model can be identified. The research method used was a qualitative descriptive approach. The choice of method used was case studies, namely the case of the innovation of PendekarKu and the innovation of Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting. The data collection used in-depth interviews and selected documentation to collect research data. The results of the data were triangulation and the data was then processed and analyzed/interpreted to answer research questions. The findings of the research showed that the innovation process of the public sector organization in the innovation of PendekarKu and Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting tend to have different characteristics. The Innovation of PendekarKu was designed to manage the character education of students so that their character was based on the character of the Indonesian nation and Pancasila as the foundation. This innovation was initiated by the Top leader (Regent). Meanwhile, the innovation of Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting was aimed at reducing the problem of maternal and child mortality and the growth of stunting which is getting higher in statistics. The initiator of this innovation is a joint idea between stakeholders in an organization (collaborative innovations) namely collaborative networks for innovation, knowledge transfer, and innovation policies. The leadership model that creates innovations in public sector organizations, especially in the innovations of PendekarKu and Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting, was transformational leadership where the leader in this organizational environment creates innovations for the needs of his organization. Nevertheless, in the innovation of PendekarKu, the leader only plays the role of initiator, where the leader initiates but was not involved in its implementation directly. Meanwhile, in the innovation of Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting, the leader plays an active role as an initiator and facilitator, where the leader oversees the innovation process from initiation to implementation. The dominance of leaders in initiating and making the changes needed by the organization was to make a difference/breakthrough as organizational innovation. Meanwhile, the characteristics of innovation were identified in incremental characteristics of innovation. Further, the innovation was carried out gradually through procedures that are formal, systematic, centralistic, functional, and efficiency-oriented, in a homogeneous society, in an adult organization, and management was exploitative.
Kata Kunci : model kepemimpinan, inovasi sektor publik, karakteristik inovasi inkremental, kepemimpinan transformasi