Laporkan Masalah

Pusat Pelatihan UMKM di Yogyakarta dengan Metode Versabilitas Ruang

SARINA ARETHA W, Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D. IPU

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap PDB Indonesia yaitu sebesar 61,07% atau senilai dengan Rp 8.573 triliun. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia juga meliputi penyerapan 97% tenaga kerja serta menghimpun sampai 60,42% dari total investasi. Jumlah UMKM di Indonesia diharapkan terus tumbuh dari tahun ke tahun karena mampu menyumbang jumlah wirausahawan baru di Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah wirausahawan terendah di Asia Tenggara. Padahal untuk naik kelas menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan setidaknya 4% masyarakatnya yang menjadi wirausahawan. Yogyakarta termasuk kota dengan yang pertumbuhan jumlah UMKM cukup signifikan dari tahun ke tahun. Namun meningkatnya jumlah UMKM di Yogyakarta ini tidak dibersamai dengan peningkatan kualitas dan daya saing dari UMKM yang ada. UMKM di Yogyakarta masih sulit naik kelas karena kurang inovasi produk, belum mampu mengakses pendanaan, gagap teknologi, belum memiliki manajemen yang baik, dan belum memiliki rencana pengembangan bisnis. Masalah-masalah yang ada ini disebabkan Sumber Daya Alam (SDM) pelaku UMKM yang belum mumpuni. Fasilitas Pelatihan UMKM yang ada di Yogyakarta saat ini belum memadai. Tempat pelatihan yang ada belum dapat membantu UMKM naik kelas secara efektif. Maka dari itu, perlu ada penambahan fasilitas berupa Pusat Pelatihan UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM guna meningkatkan kualitas UMKM agar bisa naik kelas. Pusat Pelatihan UMKM di Yogyakarta ini akan dikembangkan dengan metode versabilitas ruang. Metode versabilitas ruang memungkinkan ruangan yang multifungsi, yaitu ruangan yang sama digunakan untuk berbagai jenis kegiatan seperti pelatihan, konsultasi, seminar dan pameran tanpa mengubah keseluruhan bangunan sehingga lebih efisien.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) had a major contribution to Indonesia's GDP, amounting to 61.07% or Rp 8,573 trillions. The contribution of UMKM to the Indonesian economy also covered the absorption of 97% of the workforce and collected up to 60.42% of total investment. The number of UMKM in Indonesia was expected to continue growing from year to year because it was able to contribute to the number of new entrepreneurs in Indonesia. Currently, Indonesia was the country with the lowest number of entrepreneurs in Southeast Asia. In fact, to be promoted as a developed country, Indonesia needs at least 4% of its people who become entrepreneurs. Yogyakarta was a city with a significant growth in the number of UMKM from year to year. However, the increasing number of UMKM in Yogyakarta is not accompanied by an increase in quality and competitiveness of the existing UMKM. UMKM in Yogyakarta still find it difficult to advance to class due to lack of product innovation, not being able to access funding, technological stuttering, not having good management, and not having a business development plan. These problems are caused by the unqualified Natural Resources (HR) of UMKM actors. The existing UMKM training facilities in Yogyakarta were currently ineffective. Existing training facilities have not been able to help UMKM advance to class effectively. Therefore, there needs to be additional facilities in the form of a UMKM Training Center which aims to increase the capacity of human resources in order to improve the quality of UMKM so they can advance to class. The UMKM Training Center in Yogyakarta will be developed using the spatial versatility method. The space versatility method allows a multifunctional room, the same room can be used for various types of activities such as training, consulting, seminars and exhibitions without changing the entire building so that it is more efficient.

Kata Kunci : UMKM, wirausahawan, kualitas, daya saing, SDM, pelatihan, versabilitas

  1. S1-2022-428554-abstract.pdf  
  2. S1-2022-428554-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-428554-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-428554-title.pdf