Laporkan Masalah

EmakJago: Negosiasi Pemberdayaan Perempuan dalam Konteks Pekerja Platform Ekonomi Digital

KATHRIN S. ZAKIYYA, Dr. Elan A. Lazuardi, M.A.

2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Selama dua dekade terakhir, kurva perkembangan teknologi digital terus meningkat terutama dalam bidang ekonomi. Bersama digitalisasi ini, kesempatan perempuan berkontribusi dalam pasar tenaga kerja semakin terbuka lebar. Begitu juga dengan Gojek yang memanfaatkan era digitalisasi ekonomi ini sebagai latar belakang terbentuknya pekerjaan layanan baru EmakJago bertajuk pemberdayaan untuk membangkitkan kembali kesejahteraan perempuan Indonesia. Di dalam melihat permasalahan tersebut, studi ini bertujuan memberikan diskusi mengenai sejauh mana pekerja asisten belanja EmakJago mengilhami dan menegosiasikan pekerjaan tersebut sebagai upaya pemberdayaan perempuan. Studi ini mengajukan satu pertanyaan besar, yaitu 'mengapa peningkatan ekonomi perempuan diambil dan kemudian diilhami oleh para pekerjanya sebagai aspek penting dalam konsep dan upaya pemberdayaan perempuan EmakJago?', dengan tiga sub-pertanyaan lain. Studi yang melibatkan sebelas partisipan ini merupakan penelitian kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen serta subjek utama yang aktif. Proses pengumpulan data dilakukan dari Mei 2021 hingga Desember 2021 melalui observasi media, kuesioner, dan wawancara yang seluruhnya dilakukan secara virtual. Studi ini menemukan bahwa ekonomi menjadi dasar negosiasi konsep dan visi pemberdayaan perempuan. Peningkatan ekonomi tumbuh sebagai standar utama yang akan merasuk menjalari kognitif perempuan EmakJago hingga terwujud sebuah pola pikir yang membuatnya merasa berdaya. Nilai ekonomi mengubah pekerjaan reproduktif-domestik sebagai komoditi yang tak lagi mengungkung perempuan dalam jeratan beban ganda, tetapi membekali kuasa perempuan dan mengagungkannya sebagai sosok superpower yang tidak pantas disubordinasikan.

In the past two decades, the development curve of digital technology has continued to increase, especially in the economic field. With this digitalization, the opportunity for women to contribute to the labor market is getting wider. Likewise, Gojek took advantage of this era of economic digitization in forming a new service job entitled EmakJago as an attempt to revive the welfare of Indonesian women. In looking at these problems, this study aims to provide a discussion on the extent to which EmakJago's shopping assistant workers inspire and negotiate the work as an effort to empower themselves. This study raises one big question, namely 'why is women's economic improvement taken and then inspired by its workers as an important aspect in the concept and efforts of EmakJago women's empowerment?', with three other sub-questions. This study involving eleven participants is a qualitative research with the researcher as the instrument. The data collection process was carried out by media observation, questionnaires, and interviews which were all done virtually between May 2021 and December 2021. Findings show that economic value is the basis for negotiating the concept and vision of women's empowerment. Economic improvement has become the standard that will permeate EmakJago's female cognition until a mindset is realized that makes her feel empowered. Economic values transform domestic-reproductive work into a commodity that no longer confines women in a double burden, but equips women with power and glorifies them as figures with superpowers who do not deserve to be subordinated.

Kata Kunci : Women Empowerment, Economy, Reproductive Work, Domestic Role

  1. S1-2022-424764-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424764-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424764-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424764-title.pdf