Laporkan Masalah

SAYEMBARA DEWI TEJANINGRAT DALAM SERAT RINGGIT PURWA LAMPAHAN TUGUWASESA PUPUH I-V NASKAH KOLEKSI MUSEUM SONOBUDOYO YOGYAKARTA KODE PB. A 51 (Suntingan Teks dan Terjemahan)

YULSIA PRAHANIS, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M. Hum.

2022 | Skripsi | S1 SASTRA JAWA

INTISARI Skripsi ini merupakan hasil penelitian terhadap naskah Serat Ringgit Purwa Lampahan Tuguwasesa pupuh I-V yang tersimpan di Perpustakaan Sonobudoyo, Yogyakarta dengan kode koleksi PB. A. 51. Teks ditulis dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa dalam bentuk tembang macapat. Terdapat sepuluh pupuh tembang yaitu Asmarandana Pangkur, Sinom, Durma, Mijil, Kinanthi, Durma, Sinom, Pangkur, dan Dhandhanggula. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi yang menyajikan suntingan teks, terjemahan, beserta ringkasan isi dari naskah tersebut. Metode suntingan yang digunakan dalam penelitian yakni edisi kritis. Sedangkan, penerjemahan menggunakan metode terjemahan kata per kata, harfiah, dan terjemahan bebas. Naskah Serat Ringgit Purwa Lampahan Tuguwasesa memuat kisah sayembara Prabu Tejawilapa dari kerajaan Mendhangwangi. Barang siapa yang dapat mengangkat Tuguwasesa akan dinikahkan dengan putrinya bernama Dewi Tejaningrat. Pada akhirnya, sayembara tersebut dimenangkan oleh Prabu Dewakusuma dari kerajaan Buntarapura. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat beberapa ejaan teks yang tidak baku berdasar pedoman kamus Baoesastra Jawa dan tidak sesuainya beberapa suku kata dalam bait dengan metrum tembang. Selain itu, dari pembacaan isi teksnya diperoleh piwulang mengenai keteladanan watak utama seorang ksatria.

ABSTRACT This undergraduate thesis is the result of research on the Serat Ringgit Purwa Lampahan Tuguwasesa Pupuh I-V which is collected from Sonobudoyo Library, Yogyakarta with the PB collection code. A. 51. The text is written using Javanese script and language in the form of macapat songs. There are eight pupuh songs, namely Asmarandana Pangkur, Sinom, Durma, Mijil, Kinanthi, Durma, Sinom, Pangkur, and Dhandhanggula. This research uses a philological approach that presents text edition, and translations, along with a summary of the contents of the manuscript. The editing used in this research is the critical edition. Meanwhile, the translation uses the method of word for word, literal, and free translation. Serat Ringgit Purwa Lampahan Tuguwasesa manuscript contains the story of King Tejawilapa's competition from the Mendhangwangi kingdom. Whoever can lift Tuguwasesa will be married to his daughter named Dewi Tejaningrat. In the end, the competition was won by Prabu Dewakusuma from the kingdom of Buntarapura. From this research, it can be seen that there are some spellings of the text that are not standardized according to the guidelines of the Javanese Baosastra dictionary and mismatch of some syllables in the stanza with the meter of the song. In addition, from reading the contents of the text, piwulang regarding the example of the main character a knight is obtained.

Kata Kunci : Ringgit purwa, Tuguwasesa, suntingan, terjemahan / Ringgit purwa, Tuguwasesa, critical, translation.

  1. S1-2022-424867-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424867-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424867-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424867-title.pdf