Laporkan Masalah

Valuasi Ekonomi Wisata Pantai Lubang Buaya di Provinsi Maluku

M HAIDAR FIKRI T, Gumilang Aryo Sahadewo, SE., M.A., Ph.D dan Dr. Untung Supardi, M.Si

2021 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Provinsi Maluku berada di Wilayah Indonesia Bagian Timur yang memiliki daya tarik wisata berupa keanekaragaman hayati, baik bersifat nature, sehingga mempunyai potensi pariwisata yang baik untuk dikembangkan. Pantai mempunyai sistem organisme dan lingkungan yang unik dan dayaguna untuk menyumbangkan kebermanfaatan pada masyarakat sekitarnya dan diharapkan mampu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) namun aset publik ini sulit untuk diketahui nilai ekonominya, ketiadaan harga pasar menjadi penyebab sehingga sulit menentukan nilai ekonominya, oleh karena itu diterapkan penilaian valuasi ekonomi non-market. Alat analisis yang di gunakan adalah regresi linier bergandadengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner dengan accidental sampling dan data sekunder diperoleh secara langsung dari pengelola Kawasan Pantai Lubang Buaya. Tujuan penelitian ini ialah, mencari faktor-faktor apa saja yang berpengaruh atas jumlah kunjungan dan kesediaan membayar pada kawasan wisata Pantai Lubang Buaya dan mengestimasi nilai ekonomi per tahun kawasan wisata Pantai Lubang Buaya pada tanggal penilaian 25 April 2021. Hasil penelitian menunjukan Faktor - faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan ke wisata Pantai Lubang Buaya adalah biaya perjalanan, umur, pendidikan dan waktu tempuh. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar adalah pendapatan dan Pendidikan dan nilai ekonomi dari Pantai Lubang Buaya yang didapatkan menggunakan metode Travel Cost Method sebesar Rp93.989.076.635 per tahun, metode Contingent Valuation Method sebesar Rp416.779.750dan pendekatan data pasar mendapatkan hasil sebesar Rp248.823.000.

Maluku Province is in the Eastern Part of Indonesia which has a tourist attraction in the form of biodiversity that is natural, which makes it has a good tourism potential to be developed. The beach has a unique and efficient organisms and environment system in contributing benefits to the existing community and is expected to increase PAD (Local Government Revenue). However, this public asset is difficult to determine its economic value, since the main reason is absence of market prices which makes it difficult to determine its economic value so that non-market economic valuation assessment is applied. The analytical tool used is multiple linear regression using primary data obtained from questionnaires with accidental sampling and secondary data obtained from the official of the management at Lubang Buaya Beach. The purpose of this study is to determine what factors affect the number of visits and willingness to pay at Lubang Buaya Beach tourism spot and to estimate the annual economic value of Lubang Buaya Beach tourism spot on the assessment date of 25th of April 2021. The results show that the factors that affect the number of visits at Lubang Buaya Beach tourism are travel cost, age, education, and travel time. While the factors that affect the willingness to pay are income and education and the economic value of Lubang Buaya Beach obtained using the Travel Cost Method is Rp93,989,076,635 per year, the Contingent Valuation Method is Rp Rp416.779.750, and the market data approach is Rp248.823,000.

Kata Kunci : Valuasi Ekonomi, Pantai Lubang Buaya, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, pendekatan data pasar/ Economic Valuation, Lubang Buaya Beach, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, market data approach

  1. S2-2021-452369-abstract.pdf  
  2. S2-2021-452369-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-452369-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-452369-title.pdf