PERANCANGAN MODEL BISNIS BATIK TULIS RUMAH BATIK LUKULO DENGAN PENDEKATAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL
NI'MATUL MA'RIFAH, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., PhD., CFP
2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Kabupaten Kebumen adalah salah satu daerah penghasil batik tulis di Jawa Tengah. Untuk mengembangkan batik di daerahnya, pada tahun 2018, Pemerintah Kebumen membentuk Kawasan Kampung Batik yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Gemeksekti, Jemur Kebumen, dan Jemur Pejagoan. Meskipun Desa Jemur Pejagoan memiliki jumlah pembatik tulis dan penghasil batik tulis terbesar di Kebumen, namun pertumbuhan sentra batik tulis di Desa Jemur Pejagoan termasuk yang paling lambat di kawasan kampung batik Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis batik tulis yang berbasis kewirausahaan sosial yang mengutamakan pemberdayaan terhadap pembatik tulis di Desa Jemur Pejagoan dan pertumbuhan sentra usaha batik tulis di Desa Jemur Pejagoan. Model bisnis tersebut dirancang dalam sebuah usaha bernama Rumah Batik Lukulo. Untuk mendapatkan model bisnis yang menggambarkan permasalahan yang dihadapi oleh pembatik di Desa Jemur Pejagoan, model bisnis ini dirancang berdasarkan hasil analisis akar masalah atas berbagai permasalahan yang dihadapi pembatik tulis Desa Jemur Pejagoan. Desain penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan kerangka analisis akar masalah dan empat belas blok bangunan kanvas model bisnis perusahaan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat permasalahan utama yang dihadapi pembatik di Desa Jemur Pejagoan yaitu kewirausahaan, produksi, penjualan, dan akses lokasi. Keempat permasalahan ini menjadi dasar perancangan model bisnis batik tulis yang dijalankan Rumah Batik Lukulo. Dengan pendekatan kewirausahaan sosial, Rumah Batik Lukulo membangun kemitraan dengan pembatik tulis di Desa Jemur Pejagoan sebagai kelompok penerima manfaat dalam kanvas model bisnis ini.
Kebumen Regency is one of the areas that produce batik in Central Java. To develop batik in the area, in 2018, the Kebumen Government established the Batik Village Area which consists of three villages, namely Gemeksekti, Jemur Kebumen, and Jemur Pejagoan. Although Jemur Pejagoan has the largest number of hand-drawn batik artisans and is the largest producer of hand-drawn batik in Kebumen, the growth of batik industry in Jemur Pejagoan is among the slowest in the Kebumen batik village area. This study aims to design a written batik business model based on social entrepreneurship that prioritizes the empowerment of batik artisans in Jemur Pejagoan and the growth of the batik industry in Jemur Pejagoan. The business model was designed in a business called Rumah Batik Lukulo. To get a business model design that describes the problems faced by batik in Jemur Pejagoan, this business model is designed based on the results of root cause analysis of various problems faced by batik artisans in Jemur Pejagoan. The design of this research is descriptive qualitative with data collection methods in the form of observation and interviews. The data obtained were then analysed by Miles and Huberman's interactive analysis model, with a root cause analysis framework and fourteen building blocks of a social enterprise business model canvas (SEMC). The results showed that there were four main problems faced in Jemur Pejagoan, namely entrepreneurship, production, sales, and location access. These four problems are the basis for designing the hand-drawn batik business model that is run by Rumah Batik Lukulo. With a social entrepreneurship approach, Rumah Batik Lukulo prioritizes batik in Jemur Pejagoan as the beneficiary group in this business model canvas.
Kata Kunci : batik tulis, pembatik, akar masalah, model bisnis, kewirausahaan sosial, Rumah Batik Lukulo