Pengaruh Enviromental Management Accounting terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Ethical Identity sebagai Variabel Pemoderasi: Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek di Negara Anggota ASEAN
GIBRANNUDIN E A R, Mahfud Sholihin, Prof., M.Acc., Ph. D
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIAktivitas bisnis biasanya berdampak pada lingkungan seperti polusi air, tanah, dan udara. Hal ini memicu perubahan iklim dan tentu akan memunculkan tantangan baru dalam dunia bisnis untuk mengelola dampak aktivitas bisnis terhadap lingkungan. Negara di kawasan ASEAN (Association of Southeast Asian Nation) memiliki skor pengurangan karbon yang buruk akibat tingginya tingkat industrialisasi untuk mengatasi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan penduduk. Oleh karena itu, manajemen lingkungan di ASEAN menjadi penting karena perubahan iklim menuntut perusahaan untuk memperhatikan dampak operasi mereka terhadap lingkungan. Kemudian, meningkatnya biaya lingkungan akan berdampak pada ekonomi perusahaan sehingga perlu dikelola lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh environmental management accounting (EMA) terhadap nilai perusahaan dan efek moderasi corporate ethical identity (CEI) dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data sekunder diperoleh dari basis data Thomson Reuters. Hasil penelitian ini adalah EMA berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Variabel CEI sebagai pemoderasi mampu memperkuat hubungan EMA terhadap nilai perusahaan. Hasil di atas menunjukkan bahwa penerapan EMA mampu meningkatkan nilai perusahaan. Penerapan EMA diikuti dengan manajemen yang beretika menandakan kesiapan manajemen dalam memasuki pasar hijau di masa mendatang. Oleh karena itu, investor semakin percaya bahwa dana mereka akan dikelola untuk kesejahteraan di masa depan. Peningkatan laba di masa depan dan penerimaan masyarakat akan meningkatkan nilai perusahaan.
Business activities usually have an impact on the environment such as water, soil, and air pollution. This triggers climate change and will certainly create new challenges in the business world to manage the impact of business activities on the environment. Countries in the ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) region have a bad carbon reduction score due to the high level of industrialization to overcome poverty and meet the demands of the population. Therefore, environmental management in ASEAN becomes important because climate change requires companies to pay attention to the impact of their operations on the environment. Then, the increasing environmental costs will have an impact on the company's economy, so it needs to be managed further. The purpose of this study is to examine the effect of Environmental Management Accounting (EMA) on firm value and the moderation effect of the Corporate Ethical Identity (CEI). This research uses quantitative method, and the secondary data is obtained from Thomson Reuters database. The research results show that EMA has a significant positive effect on firm value. The CEI variable as a moderator is able to strengthen the relationship between EMA and firm value. The results above show that EMA implementation can increase company value. EMA implementation, followed by ethical management, signifies management's readiness to enter the green market in the future. Therefore, investors are more confident that their funds will be managed for future prosperity.
Kata Kunci : Environmental Management Accounting, EMA, Corporate Ethical Identity, CEI, Nilai Perusahaan, ASEAN