Hubungan Ntara Urban Compactness Dengan Livability Di Kota Tangerang Selatan
IHSAN RAFSANJANI, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM
2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAMeningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan dalam suatu kota sejalan dengan bertambahnya kebutuhan ruang kota semakin besar. Terbatasnya ruang kota yang diiringi dengan bertambahnya penduduk serta aktivitas di dalamnya mengakibatkan efek crowdedness dan urban sprawl di daerah sekitar kota. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan ruang saat ini, dicanangkan penggunaan konsep kota kompak untuk menciptakan pembangunan kota yang berkelanjutan. Disisi lain konsep kota kompak yang hadir sebagai wujud tercapainya keberlanjutan kota sebagai keuggulan juga memiliki dampak kerugian terhadap kelangsungan hidup masyarakat dalam suatu kota. Sehingga penerapan kota yang kompak memiliki hubungan terhadap nilai livability dari kota tersebut. Kota Tangerang Selatan yang termasuk ke dalam lima urutan tertinggi kota berdaya hidup di Indonesia dalam Most Livable City Index (MLCI) dalam hal ini memiliki keterkaitan dengan implementasi kota kompak. Penelitian ini akan mengukur seberapa besar nilai urban compactness dan nilai livability di Kota Tangerang Selatan, serta akan dilakukan pengamatan bagaimana hubungan antar keduanya berdasarkan data yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah deduktif kuantitatif melalui analisis Pearson's Correlation Coefisient. Unit amatan penilitian ini adalah wilayah di Kota Tangerang Selatan dengan unit analisis variabel urban compactness dan variabel livability. Pengumpulan data penelitian ini melalui metode observasi dan pengumpulan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai compactness di Kota Tangerang Selatan memiliki angka yang rendah yakni sebesar 63,82%, sedangkan nilai livability di Kota Tangerang Selatan cenderung tinggi yakni sebesar 87,02%. Hasil analisis hubungan urban compactness dengan livability di Kota Tangerang Selatan merepresentasikan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut yaitu saling berhubungan dengan tingkat korelasi yang rendah yakni sebesar 0,338 dan nilai signifikansi hubungan ini sebesar 0,412 yang artinya tidak signifikan. Temuan lain dalam penelitian ini menunjukan adanya dampak positif dari urban compactness terhadap livability kota khususnya pada atribut pendidikan dan infrastruktur kota, serta dampak negatif khusunya pada atribut keamanan kota. Lemah dan kurang signifikannya hasil korelasi dapat disebabkan oleh rendahnya nilai eksisting compactness di Kota Tangerang Selatan serta keterbatasan pemerolehan data sekunder dan jumlah sampel dalam penelitian.
The increasing number of residents and activities in a city directly proportional with the increasing need for bigger urban space. The limited urban space accompanied by the increase in population and activities it resulted in effect of crowdedness and urban sprawl around area of the city. Therefore, to meet the needs of current space, application of the concept compact cities are create sustainable urban development. On the other hand, the concept of a compact city that is present as a form of achieving the sustainability of the city as a blessing also has a loss on the living power of the people in a city. So that the application of a compact city has a such relationship to the value of livability. South Tangerang City which is included in the top five ranks of life-effective cities in Indonesia on the Most Livable City Index (MLCI), in this case has a connection with the implementation of compact cities. This research will measure how much urban compactness and livability value in South Tangerang City, and will be observed how the linkages between the two based on the data obtained. The method used is quantitative deductive through the analysis of Pearson's Correlation Coefficient. This research unit is a region in South Tangerang City with an urban compactness variable analysis unit and livability variables. The collection of this research data through observation methods and government data collection. The results of this research showed that the compactness value in South Tangerang City has a low figure of 63.82%, while the value of living power in South Tangerang City tends to be high at 87.02%. The results of the analysis of the relationship of compactness with livability represent that the relationship between the two variables is interconnected with a low correlation rate of 0.338 and the value of the significance of this relationship is 0.412 which means insignificant. Other findings in this research showed a positive impact of urban compactness on the livability, especially on the educational and infrastructure attributes of cities, as well as negative impacts especially on city security attributes. Weak and less significant correlation results can be caused by the low existing value of compactness in South Tangerang City as well as the limitations of obtaining government data in the case.
Kata Kunci : Pembangunan Kota Berkelanjutan, Urban Compactness, Livablity, Pearson's Correlation Coefisient, Kota Tangerang Selatan