Laporkan Masalah

ANALISIS PRESTASI KERJA DAN BREAK EVEN PADA PERSEMAIAN Studi Kasus di HPH PT. Sari Bumi Kusuma Alas Kusuma Group Kalimantan Tengah

DWI SUTANTO, Ir. Haryanto, M.S.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Bibit atau benih yang berkualitas baik adalah hasil dari .pengelolaan persemaian yang profesional, ditandai dengan sistem manajemen yang baik sehingga didapat efisiensi dalam kegiatan pengadaan bibit. Untuk· itu semua dibutuhkan perencanaan yang baik, sehingga diperlukan pengetahuan akan kebutuhan HOK tiaptiap elemcn kerja dan komposisi biaya pada persemaian. Penelitian mengenai kebutuhan HOK dilakukan dengan metode time study. Pengetahuan akan kebutuhan HOK berguna dalam merencanakan kebutuhan terhadap elemen kerja dan pola pengaturan kerja. Sedangkan untuk analisis biaya digunakan analisis break even point. Pcrsemaian camp 93 PT. Sari Bumi Kusuma pada tahun 2004 merencanakan memproduksi bibit Shorea sp. sebanyak 318.000 bibit, yang meliputi 288.000 dari cabutan dan 30.000 dari stek. Untuk memproduksi bibit tersebut diperlukan 3.280,965 HOK. Adapun pekerjaan yang memerlukan HOK yang besar berturut-tumt adalah : penambahan top soil 125,098 HOK, penyiraman 591,44 HOK, mengisi polibag 660,869 HOK, survei bibit 374,244 HOK dan pemangkasan daun dan akar 166,73 HOK. Tinggjnya kebutuhan HOK elemen-elemen kerja di atas disebabkan oleh volume kegiatan yang besar. Biaya produksi persemaian secara umum adalah Rp. 681.636.417,4, untuk stek sebesar Rp. 98.026.019,36 dan cabutan Rp. 556.663.436,8 dengan posisi break even point berturut-turut menurut unit adalah 261.238 bibit, 41.744 bibit dan 209.277 bibit.

Kata Kunci : persemaian, prestasi kerja dan break even point.

  1. S1-2005-126638_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2005-126638_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2005-126638_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2005-126638_TITLE.pdf