Pelindungan Hukum bagi Konsumen terhadap Jaminan Keamanan Pangan yang dibeli secara Online (Studi Kasus pada Roti Isi Fla Merek "X" di Kota Pontianak)
SAFIRA SALSABILA, Dr. R. A. Antari Innaka Turingsih, S.H., M. Hum.
2021 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pelindungan hukum bagi Konsumen terhadap jaminan keamanan produk olahan pangan yang dibeli secara online, yang dalam penulisan hukum ini objeknya adalah roti isi fla merek X di Kota Pontianak, yang menyebabkan 5 (lima) orang warga Kota Pontianak mengalami Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan serta untuk mengetahui dan mengkaji peran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pontianak sebagai pengawas di bidang Obat dan Makanan dalam menyelesaikan kasus roti isi fla tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode normatif-empiris, yaitu menggabungkan antara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan menelaah peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, karya tulis, dan literatur lainnya yang mendukung penelitian. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dengan pegawai Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pontianak yang menangani kasus roti isi fla. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelindungan hukum preventif yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan belum terpenuhi, karena ditemukan adanya bakteri Staphylococcus aureus dalam roti isi fla merek X. Hal ini menunjukkan bahwa peran BBPOM dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan secara online belum berjalan secara efektif. Oleh karena itu, dibutuhkan pelindungan represif oleh BBPOM Kota Pontianak sebagai pengawas di bidang Obat dan Makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBPOM memberi tindakan represif berupa pembinaan secara intensif serta menjatuhkan sanksi administratif kepada Pelaku Usaha roti isi fla merek X.
This legal research aims to find out and examine the legal protection for consumers against the guarantee of the food safety products purchased online, with the X brand vla bread in Pontianak as the object, which caused 5 (five) residents of Pontianak experienced Extraordinary Events of Food Poisoning (KLB KP). This legal research then identifies and reviews the role of the Technical Implementation Unit Provincial Office of National Agency for Drug and Food Control in Pontianak (BBPOM Pontianak) as the supervisor. This legal research uses qualitative analysys and categorized as a normative-empirical research, which is a combination of library research and field research. Library research are conducted by reviewing laws and regulations, books, journals, papers, and other scientific materials that support this research. Meanwhile the field research was conducted through interviews with the employees of BBPOM Pontianak. This study shows that the preventive legal protection provided by the laws and regulations have not been fulfilled, because the Staphylococcus aureus was found within the X brand vla bread. It shows that the role of BBPOM Kota Pontianak as the supervisor of online food products has not been well implemented. Therefore, BBPOM Kota Pontianak needs to provide repressive action such as clear guidance and administrative sanctions, to the seller of X brand vla bread.
Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Keamanan Pangan, Jual Beli Online / Consumer Protection, Food Safety, Online Purchasing