Rumah Edukasi dan Budaya di Yogyakarta dengan Pendekatan Semiotik pada Komik
OCTAVIANI WIDYA P, Harry Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTURPenanaman budaya literasi merupakan salah satu upaya dalam membangun minat baca pada masyarakat. Pemanfaatan ruang publik sebagai ruang berliterasi menjadi penting seiring perkembangan zaman untuk membangun sumber daya manusia berpendidikan dan berbudaya pada masyarakat. Namun kebutuhan literasi tidak sebanding dengan minat literasi pada anak-anak di Indonesia, sehingga diperlukan ruang dan wadah yang dapat meningkatkan minat literasi pada anak-anak. Sebagai kota pendidikan dan budaya, Yogyakarta memiliki fasilitas dan sarana penunjang kegiatan tersebut. Tujuh kampung baca didirikan sebagai upaya menumbuhkan minat literasi dan gerakan berliterasi di Kota Yogyakarta. Hal tersebut mendorong diperlukannya Rumah Edukasi dan Budaya sebagai wadah literasi yang informatif dan menarik untuk anak-anak, salah satunya dengan pendekatan semiotik pada komik. Rumah Edukasi dan Budaya menjadi wujud implementasi cara mendekatkan masyarakat, terutama anak-anak untuk meningkatkan minat literasi edukasi dan budaya. Konsep wayfinding pada pendekatan semiotik komik dapat digunakan sebagai upaya untuk memicu minat baca pada anak-anak dalam lingkungan masyarakat.
Implementing a culture of literacy is one of the efforts to build reading interest in the community. As time goes by, utilization of public space as a literacy space becomes important to build educated and cultured human resources in society. However, the need for literacy is not proportional to the literacy interest of children in Indonesia so spaces are needed to increase children's literacy interest. As a city of education and culture, Yogyakarta has facilities to support these activities. Seven reading villages were established as an effort to cultivate interest and movements of literacy in Yogyakarta. It encourages the need for Education and Culture House as an informative and interesting literacy space for children, one of them is a semiotic approach to comics. The Education and Culture House is an implementation of how to bring people closer, especially children, to increase their interest in educational and cultural literacy. The concept of way finding in the semiotic approach to comics can be used as an effort to encourage children's reading interest in the community.
Kata Kunci : Literasi, Semiotik Komik, Wayfinding