Laporkan Masalah

Urban Sustainable Cooling Approach to Formulate Spatial Planning Policies in Reducing Urban Heat Island in The City of Yogyakarta

BELINDA DUHITA P, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

UHI atau Pulau Bahang Perkotaan merupakan salah satu tantangan yang muncul dari urbanisasi di Yogyakarta. Fenomena tersebut telah mengubah proporsi penggunaan lahan menjadi didominasi oleh lahan terbangun daripada area vegetasi. Penelitian ini menawarkan Urban Sustainable Cooling Approach (Pendekatan Pendinginan Kota yang Berkelanjutan) sebagai sarana untuk mengurangi dampak UHI. Pendekatan ini disusun dari tiga konsep: UHI, Sustainable Cooling Capacity (SCC), dan Perencanaan Penataan Ruang. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kondisi di Yogyakarta dalam perumusan solusi kebijakan penataan ruang. Metode yang digunakan ialah gabungan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui analisis informasi sebaran UHI dan SCC, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui analisis data hasil wawancara tentang kebijakan perencanaan penataan ruang. Identifikasi UHI (komponen pertama) menjelaskan suhu permukaan dan distribusi intensitas UHI. Sebaran UHI di Yogyakarta didominasi oleh intensitas UHI yang tinggi. Pengukuran SCC (komponen kedua) memanfaatkan infrastruktur perkotaan hijau untuk mendinginkan lingkungan. Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa Yogyakarta didominasi oleh kapasitas pendinginan yang rendah. Namun demikian, Yogyakarta tetap masih memiliki daerah yang memiliki potensi kapasitas pendinginan. Komponen terakhir dari USCA adalah solusi kebijakan perencanaan penataan ruang yang menggunakan konsep urban sustainability dan sustainable cooling. Komponen ini terbagi dalam tiga solusi: kebijakan teknis, kebijakan strategis, dan kemitraan. Solusi kebijakan penataan ruang dengan tingkat implementasi tertinggi, sebagaimana ditentukan dari wawancara, adalah dari kebijakan teknis dan perlu dilaksanakan dengan memperluas area hijau dan membentuk living labs (laboratorium hidup).

UHIs are one of the challenges that has arisen from urbanization in Yogyakarta. They have changed the landuse proportion to be dominated by built-up areas rather than vegetated areas. This research offers the Urban Sustainable Cooling Approach as a means to reduce the impact of the UHI. This approach is formed from three concepts: UHI, Sustainable Cooling Capacity (SCC), and Spatial Planning. It is expected that this approach can create comprehensive understanding of the condition in Yogyakarta allowing for the formulation of the spatial planning policies solution. The methods used combine quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis was conducted through the analysis of information on UHI distribution and SCC, while qualitative analysis was conducted through the analysis of the data from interviews on spatial planning policies. The UHI identification (first component) explains the surface temperature and UHI intensity distribution. The UHI distribution in Yogyakarta is dominated by high UHI intensity. SCC measurement (second component) utilizes green urban infrastructure to cool the environment. The result of this measurement shows that Yogyakarta is predominantly of low cooling capacity. However, there are still areas that have potential for cooling capacity. The last component of USCA is the spatial planning policies solution which uses the concepts of urban sustainability and sustainable cooling. This component is divided in three solutions: technical policies, strategic policies, and partnership. The best spatial planning policies solution, as determined from the interviews, is from technical policies and should be implemented by expanding green areas and forming living labs.

Kata Kunci : UHI, Sustainability, Sustainable Cooling, Green Urban Infrastructure, Spatial Planning

  1. S2-2021-449466-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449466-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449466-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449466-title.pdf