Representasi Halal dan Hijrah sebagai Elemen Gaya Hidup Islami pada Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (Analisis Isi Kualtiatif pada Instagram Akun Indonesia Tanpa Pacaran)
JEHAN EL MARIES, Nyarwi Ahmad, M.A., Ph.D
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASIPenelitian ini dilatar belakangi oleh peningkatan jumlah Muslim yang berkaitan dengan penggunaan media sosial sebagai medium dakwah. Sehingga melihat media sosial sebagai ruang yang mampu menciptakan representasi baru mengenai Islam sebagai suatu agama. Melalui media sosial, Islam menjadi salah satu agama ideologi yang mampu melahirkan budaya popular. Hal tersebut ditandai dengan beragam gerakan praktis, salah satunya kelahiran Indonesia Tanpa Pacaran (ITP). ITP sebagai salah satu gerakan dakwah membagikan nilai Islami dalam gaya hidup Islami pada khalayak melalui Instagram. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui representasi gaya hidup Islami melalui Instagram ITP. Fokus tersebut dilakukan karena media sosial menjadi ruang praktik terciptanya suatu tren dengan membawa nilai tertentu, termasuk gaya hidup yang diyakini oleh ITP. Untuk melihat representasi gaya hidup Islami, tulisan ini mengadaptasi teori representasi Stuart Hall (1997) yang dikombinasikan dengan konsep gaya hidup islami dari Janmohamed (2017) sebagai kerangka analisis. Dan untuk memahami gaya hidup Islami penelitian ini mengadopsi konsep halal milik Janmohamed (2017) dan konsep hijrah yang disampaikan Ibrohim (2016), untuk mendapatkan representasi lebih spesifik atas gaya hidup Islami. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi, untuk memahami representasi yang dilihat melalui konten-konten ITP dalam fitur caption dan hashtag yang ada di Instagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup Islami yang dibawa oleh ITP berbentuk ideologi pemikiran mengenai nikah muda. Representasi dari elemen halal pada caption diperlihatkan melalui teks yang merujuk pada suatu hubungan laki dan perempuan. Selanjutnya, halal pada hashtag dikaitkan dengan kata yang merujuk pada nikah seperti; #CalonUmiShalehah, #CalonAbiSholeh. Selain itu, elemen hijrah pada caption diperlihatkan melalui teks yang sifatnya merujuk pada implementasi untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik, namun secara spesifik mengarah pada nikah. Dan hijrah dalam hashtag diwakilkan dengan kata #DakwahAsik, #IndonesiaTanpaPacaran, #GerakanRemahaBerhijrah. Kedua elemen tersebut menjadi titik gaya hidup Islami yang dibawa oleh ITP melalui akunnya. Selain itu Instagram sebagai medium dakwah mereka difungsikan sebagai ruang otonom dalam menyampaikan gaya hidup Islaminya.
The use of social media as a medium of da'wah by an increasing number of Muslims has prompted this study. As a result, social media is being viewed as a platform where a fresh portrayal of Islam as a religion might be created. Islam has emerged as one of the ideological faiths capable of spawning popular culture as a result of social media. A number of practical movements emerged around this time, one of which was the establishment of Indonesia Tanpa Pacaran (ITP). ITP, as one of the da'wah organizations, uses Instagram to spread Islamic ideals and an Islamic way of life to the general population. This study was conducted with the goal of determining how the Islamic lifestyle is represented on Instagram ITP. Because social media is a practice arena for developing a trend by bringing specific ideals, especially the lifestyle that ITPs believe in, this focus is maintained. This study uses Stuart Hall's (1997) representation theory along with Janmohamed's (2017) concept of an Islamic lifestyle as an analytical framework to examine the representation of the Islamic lifestyle. To better comprehend the Islamic lifestyle, this study uses Janmohamed (2017)'s halal concept and Ibrohim (2016)'s hijrah concept to provide a more concrete portrayal of the Islamic lifestyle. This study use the content analysis method to better understand the representation of ITP material in Instagram features captions and hashtags. The findings of this study show that the Islamic lifestyle promoted by ITP takes the form of a young marriage philosophy. The caption's illustration of the halal aspect is shown through the language, which relates to a man-woman relationship. Furthermore, hashtags containing the term halal are related with words like #CalonUmiShalehah and #CalonAbiSholeh. Furthermore, the hijrah aspect in the caption is displayed through wording that relates to implementation to increase one's self-worth, but specifically leads to marriage. The terms #DakwahAsik, #IndonesiaTanpaPacaran, and #GerakanRemahaBerhijrah are used to signify hijrah in the hashtag. These two features become the focal core of ITP's account, which promotes an Islamic lifestyle. Furthermore, Instagram served as an independent venue for presenting their Islamic lifestyle as a medium of their da'wah.
Kata Kunci : Gaya Hidup Islami, Representasi, Instagram, Indonesia Tanpa Pacaran