Laporkan Masalah

EFEK TERAPI TEKANAN NEGATIF TERHADAP PENUTUPAN LUKA DAN ANGKA KUMAN PADA MODEL BABI YORKSHIRE DENGAN LUKA BAKAR DERMAL DALAM

REAGAN RESADITA, dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP; dr. Eko Purnomo, Ph.D, Sp.BA

2021 | Tesis-Spesialis | ILMU BEDAH

Latar Belakang: Luka bakar masih menjadi salah satu cedera paling mematikan dan menghabiskan banyak biaya. Luka bakar merusak pertahanan tubuh terhadap mikroba, dan 75% dari kematian yang terjadi berhubungan dengan infeksi luka bakar dan sepsis. Perawatan luka bakar secara konvensional (wet to dry dressing ataupun silver sulfadiazin) walau dirasa cukup efektif, namun memiliki beberapa efek merugikan. Penggunaan terapi luka tekanan negatif (TLTN) memberikan lingkungan yang steril dan tertutup yang dapat memicu epitelialisasi, mengurangi eksudat, proliferasi kuman, dan mempercepat penyembuhan luka. Beberapa literatur menyebutkan penggunaan TLTN intermiten lebih baik dibandingkan dengan TLTN persisten karena tidak mengganggu mikrosirkulasi pada kulit akibat refleks venoarterial, dan efek granulasi serta kontraksi luka yang muncul dianggap lebih baik pada TLTN intermiten dibandingakn TLTN persisten. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan, apakah terapi luka tekanan negatif memiliki pengaruh terhadap epitelialisasi, angka kuman, dan kontraktur luka pada luka bakar dermal dalam. Materi dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Enam ekor babi Yorkshire (Sus scrofa domesticus) dibuat luka bakar di punggung sejumlah 20 titik setiap ekor dan dibuat model luka bakar dermal dalam. Setiap baris luka bakar diberikan perlakuan menggunakan kassa NaCl, terapi luka tekanan negatif intermiten, terapi luka tekanan negatif persisten, dan kassa burnazin (silver sulvadiazine 1%). Luka dievaluasi pada hari ke-1, ke-7, ke-14, dan ke-21 serta dilakukan evaluasi sisa luas permukaan luka bakar dan swab dasar luka untuk mengetahui angka kolonisasi bakteri. Analisis statistik menggunakan SPSS 24. Perbedaan rerata luas sisa permukaan luka diuji oneway ANOVA dan angka kuman menggunakan Kruskal Wallis. Korelasi antara penutupan luka yang dinilai dari sisa luas permukaan luka bakar dan angka kuman diuji menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: sisa luas permukaan luka bakar dapat diamati pada hari ke 14 dan 21, dimana rerata sisa luas permukaan (mm2) pada hari ke 14 pada kelompok NaCl 107,43± 83,43, TLTN intermiten 178,07 ± 74,83, TLTN persisten 146,10 ± 69,1, dan silver sulfadiazin 126,03±83,22, dengan nilai p>0,05. Rerata penutupan luka pada hari ke 21 pada kelompok NaCl 13,16 ± 16,86, TLTN intermiten 59,49 ± 20,72, TLTN persisten 54,79 ± 46,59, dan silver sulfadiazin 48,95 ± 39,84Nilai p>0,05. Kolonisasi kuman pada hari ke-1, ke-7, ke-14, dan hari ke-21 tidak ada yang berbeda bermakna secara statistik. Hubungan antara angka kuman dengan penutupan luka bakar tidak bermakna secara statistik (nilai p >0,05) pada penelitian ini. Kesimpulan: Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik pada penutupan luka bakar yang mendapat berbagai perlakuan, dan tidak ada hubungan antara angka kuman dengan penutupan luka bakar

Background: Burns are one of the most deadly and costly injuries. Burns damage the body's first line defenses against microbes (Skin), and 75% of deaths are associated with burn infections and sepsis. Conventional burn treatment (wet to dry dressing or silver sulfadiazin) are considered to be effective, but has several detrimental effects. The use of negative pressure wound therapy (NPWT) provides a sterile and closed environment that can trigger epithelialization, reduce exudate, bacterial colonization, and accelerate wound healing. Several study suggested that the use of intermittent NPWT is better than continuous NPWT because it does not interfere with the microcirculation of the skin due to venoarterial reflexes, and the effect of granulation and wound contraction is considered better on intermittent NPWT than continuous NPWT. This study aims to prove whether negative pressure wound therapy has an effect on epithelialization, bacterial colonization, and wound contraction in deep dermal burns. Material and Methods: This study is an experimental study. Six Yorkshire pigs (Sus scrofa domesticus) were inducted a deep dermal burn on the back and flank area. Each pig had 20 burn points in 4 rows which received different treatments using normal saline gauze, intermittent NPWT, continuous NPWT, and burnazine gauze (silver sulvadiazine 1%). Wounds were evaluated on the 1st, 7th, 14th, and 21st days and were evaluated for wound surface area closure and bacterial colonization. SPSS 24 was used for statistical analysis. Mean differences in wound surface area groups were analyzed using the oneway ANOVA and the number of bacterial colonization using Kruskal Wallis. The correlation between wound surface area and bacterial colonization were tested using the Spearman correlation test. Results: wound surface area was observed on day 14 and 21, where the mean wound surface area on day 14 in the normal saline group was 107,43± 83,43, intermittent NPWT 178,07 ± 74,83, continuous NPWT 146,10 ± 69,1, and burnazin 126,03±83,22, with a p value> 0.05. The mean of wound surface area on day 21 in the normal saline group was 13,16 ± 16,86, intermittent NPWT 59,49 ± 20,72, continuous NPWT 54,79 ± 46,59, and burnazin 48,95 ± 39,84. p-value> 0.05. Bacterial colonization on 1st, 7th, 14th, and 21st days there was no statistically significant difference. The relationship between the bacterial colonization and the wound surface area was not statistically significant (p value> 0.05) in this study. Conclusion: There were no statistically significant differences in the remaining surface area of burns that received various treatments, and there was no relationship between the bacterial colonization and the remaining burn surface area. Keywords: Negative pressure wound therapy, Wound Closure, Bacterial colonization, Intermittent negative pressure wound therapy, NPWT

Kata Kunci : Terapi luka tekanan negatif, luas luka bakar, Kolonisasi bakteri, Terapi luka tekanan negatif intermiten, TLTN

  1. S2-2022-422692-abstract.pdf  
  2. S2-2022-422692-Bibliography.pdf  
  3. S2-2022-422692-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-422692-title.pdf