STRATEGI PEMANFAATAN LAHAN PARKIR BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA STUDI KASUS PT ANGKASA PURA II (PERSERO)
TYAS L WAHYUNI, Dr. Willy Abdillah M.Sc
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Pendapatan segmen usaha jasa non aeronautika menyumbang lebih dari 42% dari keseluruhan pendapatan PT Angkasa Pura II (Persero). Permasalahanyang terjadi adalah adanya penurunan pendapatan usaha jasa non aeronautika PT. Angkasa Pura II (Persero) tidak pernah mencapai target yang ditetapkan dalam empat tahun terakhir (2016-2019). Selain itu laba usaha PT. Angkasa Pura II (Persero) justru mengalami penurunan dari tahun 2018 dan 2019, serta tidak pernah mencapai target labanya dalam tiga tahun terakhir. Salah satu permasalahan yang belum dapat terselesaikan adalah adanya lahan-lahan produktif yang dimiliki oleh PT. Angkasa Pura II (Persero) yang belum diberdayakan secara maksimal. Lahan yang tidak diberdayakan secara maksimal ini membebani keuangan perusahaan karena PT. Angkasa Pura II (Persero) juga mengeluarkan biaya untuk perawatan dan keamanan lahan tersebut yaitu lahan parkir. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal PT. Angkasa Pura II (Persero) untuk peningkatan pendapatan non aeronautika khususnya dalam pemanfaatan lahan parkir yang tidak produktif di pengelolaan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta dan merumuskan prioritas strategi bisnis peningkatan pendapatan non aeronautika khususnya pemanfaatan lahan parkir yang tidak produktif agar dapat menghasilkan pendapatan bagi PT. Angkasa Pura II (Persero). Analisis strategi bisnis pada PT. Angkasa Pura II (Persero) dapat dilakukan secara komprehensif menggunakan analisis faktor internal dan internal, IFAS, EFAS, matriks IE, SWOT dan QSPM sehingga dapat dipetakan strategi prioritas yang dapat menghasilkan pendapatan optimal bagi perusahaan melalui pemanfaatan lahan parkir. Temuan penelitian berdasarkan analisis secara komprehensif tersebut mengungkapkan prioritas strategi bisnis peningkatan pendapatan non aeronautika khususnya pemanfaatan lahan parkir yang tidak produktif agar dapat menghasilkan pendapatan bagi PT. Angkasa Pura II (Persero) adalah berpartner untuk penyediaan data center bagi bandara. Kebutuhan data center bagi bandara yang sangat penting untuk mengamankan data dan meningkatkan kecepatan pemrosesan membuat perlu adanya kerjasama strategis antara PT Angkasa Pura (Persero) 2 dengan perusahaan data center untuk menyediakan sarana prasarana data center yang memadai.
Revenue from the non-aeronautical service business segment contributed more than 42% of the total revenue of PT Angkasa Pura II (Persero). The problem that occurs is a decrease in non-aeronautical service operating revenues of PT. Angkasa Pura II (Persero) has never reached the target set in the last four years (2016-2019). In addition, the operating profit of PT. Angkasa Pura II (Persero) actually experienced a decline from 2018 and 2019, and has never reached its profit target in the last three years. One of the unresolved problems is the existence of productive lands owned by PT. Angkasa Pura II (Persero) which has not been fully empowered. This land that is not utilized optimally is a burden on the company's finances because PT. Angkasa Pura II (Persero) also pays for the maintenance and security of the land, namely the parking lot. The purpose of this study was to identify the internal and external factors of PT. Angkasa Pura II (Persero) to increase non-aeronautical income, especially in the use of unproductive parking spaces in the management of Soekarno Hatta International Airport, Jakarta and formulate business strategy priorities for increasing non-aeronautical revenues, especially the use of unproductive parking lots in order to generate income for PT . Angkasa Pura II (Persero). Analysis of business strategy at PT. Angkasa Pura II (Persero) can be carried out comprehensively using internal and internal factor analysis, IFAS, EFAS, IE matrix, SWOT and QSPM so that priority strategies can be mapped that can generate optimal revenue for the company through the use of parking lots. The research findings based on this comprehensive analysis reveal the priority of business strategies to increase non-aeronautical revenues, especially the use of unproductive parking lots in order to generate income for PT. Angkasa Pura II (Persero) is a partner for the provision of data centers for airports. The need for a data center for airports, which is very important to secure data and increase processing speed, requires strategic collaboration between PT Angkasa Pura (Persero) 2 and data center companies to provide adequate data center infrastructure.
Kata Kunci : business strategy, SWOT, QSPM, IFAS, EFAS.