PERANCANGAN MODEL BISNIS APLIKASI BANGUNDESA UNTUK PENGEMBANGAN BISNIS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES)
ANDIGA DOMPAK B, Bayu Sutikno, SE,Cand.Merc., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Desa adalah satuan terkecil dari pemerintahan yang diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa. Namun pada kenyataannya, data BPS Maret 2021 menunjukkan ada sebanyak 15,37 juta jiwa penduduk miskin yang tinggal di desa. Kemiskinan di desa dapat berkurang dengan meningkatkan perekonomian desa dan pendapatan asli desa jika usaha masyarakat di desa dapat terus tumbuh. Salah satu wadah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa adalah dengan didirikannya BUMDes. BUMDes adalah Badan Usaha Milik Desa yang secara embrio sudah ada sejak tahun 2004 dan terakhir memiliki dasar hukum PP No.11 tahun 2021. Dalam pelaksanaannya, BUMDes memiliki banyak permasalahan. Permasalahan yang paling sering dihadapi adalah mutu sumber daya manusia dan keterbatasan modal usaha. Saat ini, dengan kemajuan teknologi dikenal istilah crowdfunding (urun dana) dan crowdsoucing (urun daya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model bisnis baru sebuah platform digital bernama BangunDesa dengan konsep hybrid crowdfunding dan crowdsourcing yang dapat menjadi solusi dari masalah di BUMDes atau masyarakat desa. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan kualitatif dengan cara wawancara mendalam pada pengurus desa, pengurus BUMDes, pakar dan calon pengguna serta metode kuantitatif dengan kuesioner pada calon pengguna platform. Dari hasil wawancara dan kuesioner diperoleh model bisnis yang ditunjukkan dengan kanvas model bisnis yang memiliki sembilan blok bangunan. Dari analisis kelayakan ekonomi dengan menggunakan metode NPV, IRR dan PBP, analisis sensitivitas dengan simulasi perubahan pendapatan dan biaya, dan juga analisis risiko bisnis dihasilkan bahwa model bisnis ini layak untuk dilakukan.
Village is the smallest unit of government which is expected to be a driving force for the nation's economic growth. However, in reality, BPS data in March 2021 shows that 15.37 million poor people live in villages. We can reduce poverty in the village by increasing the village economy and its original income if the people's business in the village continues to grow. One way is to increase the revenue of people who live in the village is the establishment of BUMDes. BUMDes is a Village-Owned Enterprise established in 2004 and has a legal basis for PP No.11 2021. In its implementation, BUMDes has many problems. The most frequently encountered issues are the quality of human resources and business capital adequacy. Currently, with technological advances, the terms crowdfunding and crowdsourcing are known. The purpose of this research is to develop a new business model for a digital platform called BangunDesa with the concept of hybrid crowdfunding and crowdsourcing that can be a solution to problems in BUMDes or village communities. The research method used is a combination of qualitative by in-depth interviews with the village administrators, BUMDes administrators, experts, and potential users and quantitative methods with questionnaires to prospective platform users. A business model shown in a canvas with nine building elements was developed based on the findings of interviews and questionnaires. This business model is feasible to implement based on an economic feasibility study utilizing NPV, IRR, PBP methodologies, sensitivity analysis by modeling changes in income and costs, and business risk analysis.
Kata Kunci : BUMDes, model bisnis, crowdfunding, crowdsourcing