Faktor-Faktor yang Memengaruhi Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul Tahun 2017-2019
MELANIE C. ANWAR, Dr. Dumairy, M.A. dan Dra. Uswatun Khasanah, M.Si., MAPPI (Cert.)
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur bangunan, nilai bangunan, konsumsi listrik, serta jumlah pegawai terhadap biaya pemeliharaan bangunan gedung. Penelitian ini menggunakan data panel dengan jumlah cross-section adalah sebanyak 22 OPD dan time-series selama tiga tahun (2017-2019). Jumlah sampel observasi adalah 66 unit observasi. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari beberapa instansi serta PT PLN. Penelitian ini menggunakan alat analisis berupa regresi data panel dan analisis efisiensi pelaksanaan belanja untuk mengevaluasi tingkat efisiensi pelaksanaan biaya pemeliharaan bangunan gedung kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai bangunan dan jumlah pegawai berpengaruh signifikan terhadap variabel biaya pemeliharaan bangunan gedung kantor. Hasil analisis efisiensi pelaksanaan belanja pemeliharaan diketahui bahwa selama periode waktu 3 tahun berturut-turut tidak efisien. Hal yang sama juga ditemukan jika ditinjau dari rasio efisiensi pelaksanaan belanja pemeliharaan yang dilaksanakan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Bantul. Persentase tidak efisien ditemukan sebesar 68,18% sedangkan persentase efisien sebesar 31,82%
This study aims to determine the effect of building age, building value, electricity consumption, and the number of employees on building maintenance costs. This study uses panel data with a total cross-section of 22 OPDs and a time series for three years (2017-2019). The number of observation samples is 66 observation units. The source of this research data is secondary data obtained from several agencies and PT PLN. This study uses an analytical tool in the form of panel data regression and analysis of the efficiency of the implementation of spending to evaluate the efficiency level in implementing the maintenance costs of office buildings. The result is the variable value of the building and the number of employees had a significant effect on the variable cost of maintaining office buildings. The efficiency analysis of the maintenance expenditures shows it is not efficient for three years. The same thing is also found when viewed from the efficiency ratio of the implementation of maintenance expenditures carried out by each OPD in the Bantul Regency Government. The inefficient percentage was 68.18% meanwhile the efficient was 31.82%.
Kata Kunci : biaya pemeliharaan bangunan gedung, umur bangunan, nilai bangunan, konsumsi listrik, jumlah pegawai, regresi data panel, analisis pelaksanaan belanja pemeliharaan/building maintenance costs, building age, building value, electricity consumption, number of