STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM PENANAMAN BUDAYA ORGANISASI GRUP X UNTUK KANTOR CABANG INDONESIA
KRISSAN MALINDA, B.M Purwanto, Dr., M.B.A.,
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Sebuah organisasi terdiri dari elemen-elemen yang berkontribusi pada perkembangan organisasi. Salah satu elemen penting dari organisasi yang paling sulit untuk dipengaruhi dan diubah adalah budaya organisasi. Grup X merupakan organisasi global yang telah berdiri selama 129 tahun di 18 negara tanpa pernah mengembangkan budaya organisasinya secara formal. Melalui program Culture for Success (CFS), Grup X bertujuan untuk membangun dan menanamkan budaya organisasi bagi para anggotanya. Untuk mencapai keberhasilan dalam perubahan budaya organisasi, disusun sebuah rancangan strategi untuk kantor cabang Indonesia melalui pengolahan data primer dan data sekunder (wawancara mendalam dan studi dokumentasi) yang dikumpulkan selama penelitian. Rancangan strategi ini disusun dengan menggunakan pendekatan terstruktur untuk perubahan organisasi yang dipelopori oleh John P. Kotter, yaitu Model Kotter 8 Stages of Change. Hasil rancangan strategi implementasi dipetakan ke dalam sebuah garis waktu yang dirancang dalam kurun waktu 52 minggu. Garis waktu tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan hasil evaluasi internal selama proses implementasi dan dijadikan acuan untuk diulang pada tahun-tahun berikutnya dalam upaya mendukung organisasi dalam melekatkan perubahan.
An organization consists of elements that contribute to the development of the organization. One of the most important elements of an organization that is also the most difficult element to influence and change is the organizational culture. Group X is a global organization that has been established for 129 years in 18 countries without ever developing its organizational culture formally. Through the Culture for Success (CFS) program, Group X aims to build and cultivate an organizational culture for its members. This research focuses on the strategies to successfully cultivate the new organizational culture in Indonesia branch. It was developed through processing the primary and secondary data (in-depth interviews and documentation studies) collected during the research. This strategy framework is prepared using a structural organizational change pioneered by John P. Kotter, namely the Model Kotter 8 Stages of Change. As a result, the implementation strategy is mapped into a 52-weeks timeline. The timeline can be modified according to the results of the internal evaluations during the implementation and afterwards can be used as a reference to be repeated in the following years to support the organization's efforts in embedding the changes.
Kata Kunci : budaya, implementasi, manajemen perubahan, Model Kotter 8 Stages of Change, organisasi, strategi