Potensi Peralihan Moda Transportasi Komuter ke Kereta Rel Listrik Lintas Yogyakarta - Surakarta
M RIZQI ABDURRAHMAN, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.
2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKawasan Yogyakarta dan Surakarta memiliki fungsi dan peran yang berpengaruh pada area Jawa Tengah bagian selatan. Interaksi antar kedua kawasan tersebut memunculkan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang mobilitas yang menghubungkan kedua kawasan tersebut, akan tetapi pelayanan transportasi publik pada kedua kawasan tersebut masih masih belum optimal sehingga dapat memicu penggunaan kendaraan pribadi. Hadirnya moda transportasi kereta api komuter berbasis Kereta Rel Listrik (KRL) dapat menjadi solusi permasalahan transportasi dan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi publik yang dapat mengakomodasi mobilitas antar kedua kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan moda KRL sebagai moda transportasi utama serta mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan survei terhadap 178 responden yang rutin melakukan kegiatan komuter dari dan menuju Kawasan Yogyakarta dan Surakarta dengan pendekatan skenario stated preference yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner serta analisis biaya perjalanan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pendidikan, status rumah tangga, pekerjaan, kepemilikan motor, waktu kembali, jarak rumah ke stasiun, jarak stasiun ke tujuan, waktu tempuh dan keamanan moda menjadi faktor - faktor yang secara simultan memiliki pengaruh terhadap kesediaan responden untuk beralih moda dari kendaraan pribadi menuju KRL dengan probabilitas sebesar 93,87%. Biaya perjalanan menggunakan moda KRL adalah sebesar Rp.22.766 dibandingkan dengan moda sepeda motor sebesar Rp.26.959 serta mobil sebesar Rp.30.339.
The interaction between Yogyakarta and Surakarta, two major cities in the southern of Central Java necessitates the provision of transport facilities and infrastructure to accomodate mobility. However, public transportation that connects these two cities still have problem leading to the massive use of private vehicles. An Electrified Commuter Train (KRL) can be a solution to this problem and to improve the quality and quantity of public transportation services to accomodate mobility between these two cities. This study aims to identify respondents preference to switch from using private vehicles to KRL as the main mode of transportation and to find out the influencing factors. To achieve thos objective, a survey was conducted from 178 commuters using a stated preference scenario approach, then analyzed using the chi-square test and binary logistic regression as well as travel cost analysis. The findings showed that education, household status, occupation, motorbike ownership, return time, distance from home to the station, distance from the station to destination, travel time using private vehicle, and safety are factors that simultaneously influence respondents' willingness to switch modes with a probability of 93.87%. The cost of traveling using KRL is IDR 22.766 compared to motorbike of IDR 26.959 and car IDR 30.339.
Kata Kunci : stated preference, binary logistic regression, mode shift, commuter, travel cost