Laporkan Masalah

Perubahan Pola Perjalanan Penduduk Jabodetabek Akibat Pandemi COVID-19

AGHIA ISFIA AYUNI, Dr.Yori Herwangi, ST., MURP

2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Pandemi COVID-19 yang melanda diawal tahun 2020 telah menimbulkan perubahan substansi secara masif pada kegiatan perkotaan. Jabodetabek sebagai wilayah metropolitan yang dapat dikategorikan sebagai wilayah regional mengalami perubahan dalam kegiatan sehari-hari penduduknya. Perubahan substansi ini apabila dilihat dari konteks geografi, merubah pola perjalanan penduduk dalam mengakses tujuannya sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deduktif-kualitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang disebar pada 119 responden di Jabodetabek dengan metode purposive sampling. Kuesioner tersebut disebar melalui platform aplikasi perpesanan Whatsapp, sosial media Instagram dan Twitter secara daring. Hasil analisis perubahan pola perjalanan menunjukkan adanya perubahan secara drastis dalam frekuensi (berapa kali penduduk mengakses suatu tujuan) menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi dalam tiap-tiap kegiatan sehari-hari penduduk (Bekerja dan Pendidikan, Berbelanja, dan Kegiatan Waktu Senggang). Hasil analisis persepsi menunjukkan adanya kecenderungan penduduk untuk tetap berada di rumah dan tidak melakukan kegiatan sama sekali (karantina mandiri) ketika awal pandemi melanda, senantiasa menghindari kerumunan dan memerhatikan protokol kesehatan (jaga jarak dan ketentuan penggunaan masker) selama menggunakan transportasi umum, serta mayoritas penduduk memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dimasa depan dengan asumsi hidup berdampingan dengan virus COVID 19. Hasil penelitian juga mendapati bahwa penduduk belum menunjukkan preferensi positif terhadap opsi bekerja jarak jauh (work from home), opsi bekerja ini apabila menjadi pertimbangan utama dapat meningkatkan potensi adanya perubahan bentuk perkotaan yang berubah menjadi kota yang bersifat menyebar (sprawl city) dibandingkan dengan tren perkotaan pada umumnya (compact city).

COVID-19 outbreak that occurred in early 2020 had some massive substantial change in city's activities. Jabodetabek as metropolitan city or in this case we can call it regional administration had some change in its inhabitants daily activities. The substantial changes if we could see it in geographical context, changed the inhabitants' mobility pattern in accessing its destination. The research method was using deductive-qualitative and the data collections have done through online social media platform such as Whatsapp, Instagram and Twitter in Jabodetabek, total respondents in this research were 119 people. The results shows that there were decreasing number in daily frequencies (Working or accessing the school, shopping and leisure). Perception analysis results that inhabitants' decided to do the self quarantine when the first case of COVID-19 outbreak occurs, tend to avoid crowded public places, considered the prevention of COVID-19's protocol while using mass public transportation and most of inhabitants chose to keep using automobile rather than other transportation options in the New Normal era. There were no positive preference towards the work from home option as one's priority when they need to earn some income, resulting that the urban form changes from compact into sprawl city as the end result of COVID-19 effect doesn't occurred in Jabodetabek.

Kata Kunci : Pandemi COVID-19, perubahan substansi, perilaku perjalanan, transportasi, persep

  1. S1-2021-399828-abstract.pdf  
  2. S1-2021-399828-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-399828-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-399828-title.pdf