PENGEMBANGAN KAPASITAS KELEMBAGAAN (CAPACITY BUILDING) DALAM UPAYA MENANGGULANGI BERITA HOAX PEMILU DI MEDIA SOSIAL PADA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019 (STUDI PADA KANTOR KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA (KPU RI))
CYNDI CICILIA N N, Miftah Adhi Ikhsanto, S.I.P., Mi.OP
2021 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis hubungan capacity building terhadap kinerja pegawai di KPU RI sebagai salah satu strategi dalam menanggulangi berita hoax Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di media sosial. Untuk melakukan kajian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara serta observasi mendalam dengan Pejabat Struktural KPU RI. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi capacity building terhadap peningkatan kapasitas SDM KPU RI dikategorikan berhasil dengan melakukan berbagai kerjasama antar Lembaga maupun media massa dalam pelaksanaan tahapan Pemilu, selain itu pemberian beasiswa terhadap SDM bertujuan untuk mewujudkan sosok penyelenggara pemilu yang memiliki kualifikasi pendidikan magister yang mampu mengembangkan manajemen pemilu secara terspesialisasi, berdasarkan filsafat keilmuannya dan berdimensi strategis, serta memahami perkembangan kepemiluan yang semakin lama berjalan semakin berkembang prosesnya. Juga mampu menciptakan proses penyelenggaraan pemilu yang bersih, adil, jujur, dan terhindar dari pengaruh konten-konten berita hoax. Namun implementasi capacity building belum dapat menjadi startegi untuk menanggulangi berita hoax pemilu di media sosial oleh SDM KPU RI, hal ini dikarenakan berbagai faktor, yaitu : (1) Serangan hoax tidak berdampak terhadap kinerja SDM KPU RI; (2) Tidak adanya Pendidikan dan Latihan (Diklat) atau Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penanganan hoax; (3) Penggunaan teori Polidano dengan menggunakan 3 (tiga) elemen yaitu (1) Policy Capacity, (2) Implementation Authority, dan (3) Oprational Efficiency pada penelitian ini tidak sepenuhnya efektif, pengembangan SDM-nya berhasil, namun belum didukung dengan program-program kegiatan yang ada di KPU RI untuk meningkatkan kemampuan yang sudah ada di dalam diri SDM-nya (individu). Rekomendasi penelitian : (1) Membangun penguatan kelembagaan Capacity building dari sisi Organisasi dalam penanganan berita hoax pemilu 2019 dengan membuat road mapping yang jelas dalam memberantas berita hoax pemilu; (2) Mengadakan pelatihan untuk SDM KPU di seluruh Indonesia yang sesuai dan tepat sasaran, agar penerapan Capacity building dapat efektif; (3) Memperbaiki sistem di KPU RI dengan cara memperkuat IT (Information Technology) serta membuat mitigasi risiko yang lengkap dengan tupoksi yang jelas baik dengan kerja sama interen (antar pegawai di KPU) maupun eksternal (kerja sama dengan lembaga lain) sehingga perbaikan sistem di KPU RI dapat menanggulangi hoax berjalan efektif dan efisien; (4) Adanya website khusus untuk pengklarifikasian berita-berita hoax yang menyerang KPU, website tersebut link dengan KPU diseluruh Indonesia sehingga disemua tingkatan satker bisa memberikan informasi segala hoax juga penanganan yang sudah dilakukan; (5) KPU RI perlu membangun dan harus memiliki SDM yang berkualitas di bidang humas dan IT untuk dapat membentuk tim media sosial dan cyber army yang handal untuk secara masif memberikan sosialisasi pada masyarakat dan penangkalan hoax yang beradar di ruang virtual (6) Perkuat kerjasama juga optimalkan koordinasi dengan pihak kepolisian, kominfo, dan seluruh stakeholder, serta pelibatan publik untuk melakukan strategi-strategi pencegahan dan penangkalan penyebaran hoax.
This study was conducted with the aim of analyzing the relationship between capacity building and employee performance at the RI KPU as a strategy in tackling hoax news on the 2019 Presidential and Vice Presidential Elections on social media. To conduct this study, the researcher used a descriptive method with a qualitative approach. Researchers conducted interviews and in-depth observations with Structural Officials of the Indonesian KPU. The results of this study conclude that the implementation of capacity building towards increasing the capacity of the Indonesian KPU's HR is categorized as successful by carrying out various collaborations between institutions and the mass media in the implementation of the stages of the General Election. specialized election management, based on scientific philosophy and strategic dimensions, as well as understanding the development of the electoral process as the process progresses. Also able to create a clean, fair, honest election administration process, and avoid the influence of hoax news content. However, the implementation of capacity building has not been able to become a strategy to overcome election hoax news on social media by KPU RI HR, this is due to various factors, namely: (1) Hoax attacks have no impact on the RI KPU HR performance; (2) The absence of Education and Training (Diklat) or Technical Guidance (Bimtek) related to the handling of hoaxes; (3) The use of Polidano theory by using 3 (three) elements, namely (1) Policy Capacity, (2) Implementation Authority, and (3) Operational Efficiency in this study is not fully effective, the development of human resources is successful, but has not been supported by programs - the program of activities that exist in the KPU RI to improve the capabilities that already exist in its human resources (individuals). Research recommendations: (1) Build institutional strengthening Capacity building from the organizational side in handling 2019 election hoax news by making a clear road map in eradicating election hoax news; (2) Conduct training for KPU HR throughout Indonesia that is appropriate and on target, so that the implementation of Capacity building can be effective; (3) Improving the system at the KPU RI by strengthening IT (Information Technology) and making complete risk mitigation with clear tupoksi both with internal (between employees at KPU) and external (collaboration with other institutions) cooperation so that the system improvement in KPU RI can tackle hoaxes effectively and efficiently; (4) There is a special website for clarifying hoax news that attacks the KPU, the website links with KPU throughout Indonesia so that at all levels of the working unit they can provide information on all hoaxes as well as the handling that has been carried out; (5) The KPU RI needs to build and must have quality human resources in the field of public relations and IT to be able to form a reliable social media team and cyber army to massively disseminate information to the public and prevent hoaxes that exist in virtual spaces (6) Strengthen cooperation as well optimize coordination with the police, communication and information technology, and all stakeholders, as well as public involvement to carry out strategies for preventing and preventing the spread of hoaxes.
Kata Kunci : Capacity Building, Hoax, Pemilihan Umum, dan SDM