Walkability pada Kawasan Pecinan Peunayong Banda Aceh
ADIL MUSHAITHIR D, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A
2021 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURWalkability diperkenalkan sebagai salah satu indikator pengembangan kota yang sutainable. Dalam menciptakan sebuah kawasan yang ramah bagi pejalan kaki dibutuhkan perencanaan dan perancangan fasilitas pejalan kaki yang baik. Konsep walkability menjadikan suatu kawasan sebagai lingkungan yang ramah bagi pejalan kaki dan konsep ini juga dapat digunakan sebagai alat ukur kualitas jalur pedestrian di perkotaan. Peunayong sebagai kawasan heritage dan perdagangan jasa berupa deretan ruko dengan arsitektur pecinan mempunyai tarikan yang sangat kuat untuk aktivitas berjalan kaki tetapi sebaliknya kegiatan berjalan kaki sangat sulit dilakukan karena berbagai pembauran kegiatan di jalur pedestrian seperti aktivitas berdagang dan parkir. Sulitnya berjalan kaki diperparah dengan kondisi fasilitas jalur pedestrian yang belum mendukung seperti kurangnya lebar jalur pedestrian bahkan sampai terputusnya konektivitas jalur di Peunayong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor berjalan kaki masyarakat, kualitas walkability dan potensi walkability di Peunayong. Metode analisis menggunakan analisis skoring yang dilakukan pada 5 segmen jalan yang ada di Peunayong dengan variabel walkability yang diangkat adalah Connected (keterhubungan), Convenient (kemudahan), Comfort and Safety (kenyamanan dan keamananan), Convivial (keramahan), Conspicious (kejelasan). Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pada segmen 1 mempunyai faktor berjalan kaki sedang dengan kualitas walkability yang sedang juga tetapi mempunyai potensi walkability tinggi. Pada segmen 2 mempunyai faktor berjalan kaki yang tinggi dengan kualitas walkability rendah dan potensi walkability tinggi. Segmen 3 mempunyai faktor berjalan kaki yang tinggi dengan kualitas walkability sedang dan potensi walkability tinggi. Segmen 4 mempunyai faktor berjalan kaki yang rendah dengan kualitas walkability rendah juga dan potensi walkability tinggi, dan segmen 5 mempunyai faktor berjalan kaki sedang dengan kualitas walkability rendah dan potensi walkability tinggi.
Walkability was introduced as one of the sustainable indicators of urban development. In creating a pedestrian-friendly area, good planning and design of pedestrian facilities are required. The concept of walkability makes an area a pedestrian-friendly environment and this concept can also be used as a measure of the quality of pedestrian paths in urban areas. Peunayong as a heritage area and trade services in the form of a row of shophouses with Chinatown architecture has a very strong attraction for walking activities but on the contrary walking activities are very difficult to do because of various blending activities in the pedestrian path such as trading and parking activities. The difficulty of walking is exacerbated by the condition of the facilities of a pedestrian path that has not been supported such as the lack of width and unconnected pedestrian path in Peunayong. This research aims to find out the factors of community walking, the quality of walkability and the potential of walkability in Peunayong. The Analysis methods used scoring analysis and were conducted in 5 segments of peunayong road with variables of walkability are Connected, Convenient, Comfort and Safety, Convivial and Conspicuous. The results of this study found that in segment 1 has a moderate walking factor with moderate walkability quality as well but has high walkability potential. In segment 2 has a high walking factor with low walkability quality and high walkability potential. Segment 3 has a high walking factor with moderate walkability quality and high walkability potential. Segment 4 has a low walking factor with low walkability quality as well and high walkability potential, and segment 5 has a moderate walking factor with low walkability quality and high walkability potential.
Kata Kunci : Walkability, Pejalan kaki, Kualitas, Peunayong