Laporkan Masalah

Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman Kumuh Dengan Metode Penginderaan Jauh Pada Program Kotaku Di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta

ANDHIKA BANGUN TAJI, Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Permukiman kumuh berasal dari keterbatasan lahan di kota yang mengakibatkan masyarakat terpaksa tinggal di pinggiran kota dan daerah yang tidak diperuntukkan bagi lahan permukiman. Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) merupakan program yang dicetuskan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengurangi luasan permukiman kumuh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perkembangan permukiman kumuh tidak hanya ditentukan oleh factor fisik saja, tetapi juga oleh factor sosial dan ekonomi masyarakat. Pada masa pandemi COVID 19 ini, penggunaan citra satelit penginderaan jauh menjadi salah satu cara yang cepat dan efisien untuk melakukan survey lapangan sebagai salah satu cara mengurangi interaksi dengan objek penelitian di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan kualitas lingkungan permukiman kumuh setelah adanya program KOTAKU serta mengidentifikasi faktor dan variabel yang berpengaruh terhadap kualitas permukiman Kumuh di Kelurahan Semanggi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deduktif dan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui interpertasi citra satelit SPOT 5 tahun 2018 daerah Surakarta dan penggunaan data sekunder yaitu data verifikasi keluarga miskin Kota Surakarta tahun 2019. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik analisa interpretasi citra satelit, analisis skoring, tabulasi silang dan uji statistik untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap permukiman kumuh di Kelurahan Semanggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KOTAKU di Kelurahan Semanggi berhasil menurunkan luasan permukiman kumuh dari 76,03 ha di tahun 2017 menjadi 18,36 ha di tahun 2021. Hal tersesbut dapat tercapai melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan masyarakat di Kelurahan Semanggi. Dari 7 aspek penentu tingkat kekumuhan pada program KOTAKU, terdapat 3 (tiga) aspek yang masih memerlukan perhatian khusus yaitu aspek kondisi pengelolaan, aspek keteraturan bangunan dan aspek kepadatan bangunan. Dari hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa kepadatan bangunan, keteraturan bangunan dan pengelolaan persampahan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan permukiman kumuh dan penghasilan kepala keluarga serta pengeluaran kepala keluarga merupakan faktor yang kurang berpengaruh terhadap perkembangan permukiman kumuh di Kelurahan Semanggi. Kata Kunci : permukiman kumuh, program KOTAKU, penginderaan jauh.

QUALITY OF THE SLUM SETTLEMENT WITH REMOTE SENSING ON KOTAKU PROGRAM IN SEMANGGI, SURAKARTA ABSTRACT Slum settlements originate from limited space in the city which causes people to be forced to live on the outskirts of the city, in the areas that are not designated for residential land. KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) program is a program initiated by Ministry of Public Works and Housing to reduce slums area and improve the community life quality. Slum settlements is not only determined by physical factors, but also determined by social and economic factors of the community. During the COVID-19 pandemic, remote sensing satellite imagery is a fast and efficient way to conduct field surveys as a way to reduce interactions with objects in the field. Purpose of this study is to explain slum environment quality after KOTAKU program and identify affecting factors and variables of slum settlements quality in Semanggi Village. This research was conducted with a deductive approach and quantitative research methods. Data collection was carried out through the interpretation of SPOT 5 satellite imagery in 2018 for the Surakarta area and the use of poor verification data for Surakarta City in 2019 as secondary data, Data analysis was carried out using satellite image interpretation analysis techniques, scoring analysis, cross tabulation and statistical tests to analyse influential slum settlements factors in Semanggi Village. The results show that the KOTAKU program in Semanggi Village has succeeded in reducing the slum area from 76.03 ha in 2017 to 18.36 ha in 2021. This can be achieved through collaboration between the Surakarta City Government and Semanggi Village community. There are 7 aspects that determined the slums level in the KOTAKU program, and there are 3 (three) aspects that still require special attention; management conditions, building orderliness and building density. From the statistical tests result, it was found that building density, building regularity and waste management were the most influential factors on slum settlements development and the income and expenditure of the head of the family were the factors that had less influence on the slum settlements development in Semanggi Village. Keywords: slums, KOTAKU program, remote sensing.

Kata Kunci : permukiman kumuh, program KOTAKU, penginderaan jauh

  1. S2-2021-437495-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437495-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437495-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437495-title.pdf