Identifikasi Atribut Ikon Orang Suci Pada Kaca Patri Gereja St. Yosef Gedangan,Semarang
ESTER NATASIA S, Mimi Savitri, M.A., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIGereja merupakan salah satu peninggalan bendawi yang masih bertahan hingga kini, salah satu bangunan gereja yang masih bertahan hingga kini adalah Gereja St. Yosef Gedangan. Bangunan gereja ini dibangun oleh pemerintah belanda dengan arsitek W.I. van Bakel berdasarkan gaya neo-gotik yang saat itu sedang naik daun. Gaya neo-gotik sendiri mengedepankan elemen-elemen yang ada dalam gaya gotik dan salah satu elemen terpenting didalamnya adalah kaca patri. Kaca patri merupakan salah satu bentuk karya seni eksklusif digunakan dalam bangunan gereja di Indonesia pada tahun 1800 yang hanya dapat dimiliki dengan cara melakukan impor dari negara negara Eropa salah satunya Belanda. Fungsi dari kaca kaca tersebut salah satunya adalah sebagai media ilustrasi dan atau narasi mengenai cerita alkitab, sejarah hingga santo-santa pelindung. Penelitian ini menitikberatkan pada objek kaca patri secara khusus membahas mengenai karakteristik sertaatribut para ikon orang suci yang tidak hanya mengandung makna estetika saja. Dalam memahami hal tersebut peneliti mendapatkan data dari primer berupa dua belas kaca patr orang suci dan data sekunder berupa studi literatur. Metode deskriptif dipilih menjadi metode utama untuk mengo-lah hasil observasi pada ikon yang ada dalam kaca patri gereja untuk menentukan komponen atribut tiap tokoh. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikon orang suci pada gereja memiliki atribut umum serta khusus yang menjadi penanda golongan, latar belakang, status sosial hingga cerita pemilihan pelindung semasa hidup selain itu ditemukan juga alasan pemilihan St.Yosef sebagai pelindung Gereja yakni berdasarkan pada sejarah.
Saint Joseph Gedangan church is one of many church that still stand until today. The church itself built by Netherland Government in response to the Catholic needs with W.I. van Bakel as the architect using neo-gothic style, as the style itself in popular demand. The neo-gothic is an architectural movement that arose between 1800-1900 in oppose of the neo-classic with the rise of industrial revolution along with romanticism. One of the prominent element in neo-gothic was stained glass, in Indonesia the usage of stained glass only available for government buildings or religious places as the only way to receive them is through admission from selected to chosen studio since there is no qualified studio in Indonesia. They are used as a way to control light from outside but they also serve as one of the media for the Church to illustrate or narrate stories, history or even the place for the saints. The study focused on the stained glass mainly about the saints' attributes attributes along with their characteristic. To comprehend the characteristic I observed 12 stained glass in the church using descriptive method and using literary study as secondary data. Results showed that each saints attributes and characteristic have their own respectable meaning that would able to show their identity either individually or group, background, social status and the reason of their canonization.
Kata Kunci : ikon kaca patri, neogotik, gereja gedangan st.yosef semarang