Laporkan Masalah

Pelestarian Bangunan Bekas Industri Pabrik Gula Berdasarkan Konsep Adaptive Re-use Studi Kasus: PG. Banjaratma, PG. Colomadu, PG. Gembongan

ANNISA NURUL LAZMI, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Bangunan pabrik gula di wilayah Indonesia merupakan salah satu bentuk peninggalan bersejarah masa Kolonial Belanda yang memiliki usia kurang lebih 150 tahun. Bangunan ini layak dikategorikan sebagai cagar budaya karena memiliki berbagai nilai penting yang terkandung di dalamnya yang meliputi sejarah politik, teknologi industri maupun arsitektur. Banyaknya jumlah bangunan pabrik gula yang ditemukan di wilayah ini, menjadikan Pulau Jawa sebagai pemasok gula terbesar di dunia setelah Kuba. Saat ini, banyak kondisi bangunan pabrik gula mengalami kerusakan dan terbengkalai. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan sebuah langkah untuk melestarikannya, salah satunya yaitu melalui strategi adaptive re-use. Penelitian membahas mengenai perkembangan dan perubahan yang terjadi pada bangunan pabrik gula, pola perubahan berdasarkan konsep adaptive re-use serta dampak dari penerapan adaptive re-use terhadap bangunan pabrik gula. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif historis dan deskriptif dengan pendekatan deduktif. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu diketahui kondisi eksisting bangunan pabrik gula sebelum dan sesudah mengalami perubahan, kemudian terdapat enam pola perubahan yang diterapkan pada bangunan pabrik gula serta dampak secara arsitektur yang meliputi aspek ekonomi,sosial, lingkungan, maupun arsitektural.

The sugar factory building in the Indonesian territory is a form of the historical heritage from the Dutch colonial period aged approximately 150 years. This building deserves to be classified as a cultural heritage because it has various important values contained in it including political history, industrial technology, and architecture. The large number of sugar factory buildings found in this region makes Java the largest sugar supplier in the world after Cuba. Currently, many sugar factory buildings are damaged and abandoned. Based on this, a step is needed to preserve it, one of which is through an adaptive reuse strategy. The research discusses the developments and changes that occur in sugar factory buildings, patterns of changes based on the concept of adaptive reuse, and the impact of implementing adaptive reuse on sugar factory buildings. The method used in this research is qualitative historical and descriptive with a deductive approach. The results of the research conducted are known that the existing condition of the sugar factory building before and after changing, then there are six patterns of changes that are applied to the sugar factory building and the architectural impact which includes economic, social, environmental, and architectural aspects.

Kata Kunci : Pelestarian, Bangunan Industri, Pabrik Gula, Adaptive Re-use

  1. S2-2021-449430-abstract.pdf.pdf  
  2. S2-2021-449430-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2021-449430-tableofcontent.pdf.pdf  
  4. S2-2021-449430-title.pdf.pdf