Pelaksanaan Perlindungan dan Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Pariwisata Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku
MICHAEL W AKYUWEN, I Gusti Agung Made Wardana S.H., LL.M., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 HUKUMPenulisan Hukum ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa permasalahan terkait pelaksanaan perlindungan dan pemanfaatan bangunan cagar budaya di Kawasan Pariwisata Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kerusakan bangunan cagar budaya ini salah satu faktornya adalah kurangnya perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dalam ruang lingkup cagar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam perlindungan dan pengelolaan bangunan cagar budaya khususnya Fort Belgica serta potensi dampak dari kegiatan pariwisata terhadap pengelolaan bangunan cagar budaya Fort Belgica. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis-empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang dapat melalui hasil wawancara dengan narasumber dan sumber data sekunder yang didapat melalui buku-buku teks yang ditulis para ahli hukum. Penelitian ini memberlakukan ketentuan hukum normatif dalam peristiwa hukum yang secara nyata terjadi di masyarakat, yang kemudian dikaji dengan metode analisis kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Berdasarkan data yang didapat dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan yaitu : pertama terkait dengan perlindungan terhadap bangunan cagar budaya di Provinsi Maluku khususnya Fort Belgica belum maksimal dikarenakan kurangnya pengawasan bangunan cagar budaya dikarenakan tidak adanya petugas pengawas atau polisi khusus untuk mengawasi kawasan bangunan cagar budaya. Yang kedua berkaitan dengan kerjasama dan koordinasi antar Dinas dan Instansi terkait pemanfaatan sehingga timbul permasalahan tumpang tindihnya kebijakan hingga tugas, pokok, dan fungsi sehingga menimbulkan pengelolaan yang butuk bagi bangunan cagar budaya.
This legal writing was motivated by several problems related to the implementation of the protection and utilization of cultural heritage buildings in the Banda Neira Tourism Area, Central Maluku Regency, Maluku Province. One of the factors is the lack of special attention from the Maluku Provincial Government in the scope of cultural heritage. This study aims to determine the role of local governments in the protection and management of cultural heritage buildings, especially Fort Belgica and the potential impact of tourism activities on the management of Fort Belgica cultural heritage buildings. This study uses a qualitative approach with the type of juridical-empirical research. The source of the data used in this research are primary data sources that can be obtained through interviews with sources and secondary data sources obtained through textbooks written by legal experts. This study applies normative legal provisions in legal events that actually occur in the community, which are then studied using qualitative analysis methods and described descriptively. Based on the data obtained fromresearch , it is concluded that the first, related to the protection of cultural heritage buildings in Maluku Province, especially Fort Belgica, it has not been maximized due to the lack supervision of cultural heritage buildings due to the absence of supervisory officers or special police officers to oversee the cultural heritage building area. The second relates to the cooperation and coordination between the Offices and Agencies related to utilization so that there are problems of overlapping policies to tasks, principals, and functions, resulting in poor management of cultural heritage buildings.
Kata Kunci : Perlindungan bangunan cagar budaya, Pemanfaatan bangunan cagar budaya, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku / Protection of cultural heritage buildings, Utilization of cultural heritage buildings, Maluku Provincial Government