Gambaran Perilaku Masyarakat dalam Membeli Obat Secara Online di Daerah Istimewa Yogyakarta
HAFSAH FATIMAH, apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 FARMASITeknologi yang berkembang secara pesat dan pengguna internet yang semakin meningkat memberikan perubahan pada cara penyediaan layanan kesehatan dimana masyarakat semakin mudah untuk memperoleh obat melalui Internet. Terdapat kelangkaan informasi mengenai perilaku masyarakat dalam membeli obat secara online di Indonesia sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam membeli obat secara online. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang data-datanya diperoleh langsung dari responden menggunakan metode kuesioner. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik convenience sampling yang terdiri atas beberapa kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 214 orang. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan jenis obat yang paling banyak digunakan oleh responden dalam 6 bulan terakhir adalah obat tradisional dan/atau suplemen kesehatan (85,98%). Membeli obat di Apotek tanpa menggunakan resep dokter menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendapatkan obat. Sebanyak 7,01% responden pernah beberapa kali membeli obat melalui internet sedangkan sebanyak 18,22% responden pernah beberapa kali menggunakan internet untuk membeli obat tradisional dan/atau suplemen kesehatan. Jenis obat yang paling banyak dibeli secara online adalah Parasetamol dan jenis obat tradisional dan/atau suplemen kesehatan yang paling banyak dibeli melalui internet adalah jamu . Situs pembelian obat yang paling banyak digunakan responden adalah marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, dll). Sebanyak sebanyak 40% (N = 18) responden merasa lebih lebih nyaman membeli obat secara online daripada harus pergi ke apotek. Sedangkan sebanyak 56,80% (N = 96) responden memilih untuk tidak membeli obat-obatan secara online karena mereka tidak ingin mengambil risiko dengan membeli obat melalui internet.
Rapidly developing technology and increasing internet users are changing the way health services are provided, increasing the amount of people to obtain medicines through the internet. There is a gap of information about people's behavior in buying medicines online in Indonesia, so this research is needed to close that gap. This study aims to describe the behavior of the people of the Special Region of Yogyakarta in buying medicines online. This study is a quantitative descriptive study whose data were obtained directly from the respondents using the questionnaire method. Respondents were taken using a convenience sampling technique consisting of several inclusion criteria. The sample in this study amounted to 214 people. Data analysis used descriptive method and presented in the form percentage. The results showed that the type of medicine that was used the most by respondents in the last 6 months was traditional medicine and/or health supplements (85,98%). Purchasing medicines without prescription at the pharmacy are the main choice in obtaining medicines. A total of 7.01% of respondents have purchased medicines through the internet several times while as many as 18.22% of respondents have used the internet several times to buy traditional medicines and/or health supplements. The type of drug that is mostly purchased online is Paracetamol and the type of traditional medicine and/or health supplement that is mostly purchased via the internet is herbal medicine. The drug purchase site most used by respondents is the marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, etc.). As many as 40% (N = 18) of respondents felt more comfortable buying medicines online rather than having to go to a pharmacy. While as many as 56.80% (N = 96) respondents chose not to buy medicines online because they did not want to take risks by buying medicines through the internet.
Kata Kunci : perilaku masyarakat, obat, online