Alternasi Fonologis di dalam Konstruksi Bilangan dan Penyukat Bahasa Jepang
SUHARTINI, Dr. Amir Ma'ruf, M.Hum
2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU-ILMU HUMANIORAPenelitian ini mengkaji alternasi fonologis yang terdapat di dalam konstruksi bilangan dan penyukat bahasa Jepang. Untuk itu, data didapatkan melalui metode introspeksi dan meminta penutur jati bahasa Jepang sebagai verifikator. Data-data yang diperoleh tersebut kemudian dipisahkan antara konstruksi bilangan dan penyukat yang berpotensi mengalami alternasi fonologis di dalamnya dengan konstruksi bilangan dan penyukat yang tidak mengalami alternasi fonologis di dalamnya. Untuk konstruksi bilangan dan penyukat yang dapat mengalami alternasi fonologis kemudian dianalisis secara fonemis dan ada beberapa di antaranya yang juga dianalisis secara fonetis. Dalam analisis data ini dibatasi pada bunyi-bunyi segmental serta dianalisis secara sinkronis. Dari hasil analisis fonologis tersebut dapat ditemukan proses dan sebab terjadinya alternasi fonologis di dalam konstruksi bilangan dan penyukat bahasa Jepang. Dalam hal ini, untuk proses alternasi fonologis yang paling banyak ditemukan dalam proses asimilasi bunyi, terutama asimilasi regresif. Adapun untuk sebab terjadinya alternasi fonologis itu di antaranya karena adanya koartikulasi bunyi, fonotaktik dalam bahasa Jepang yang tidak dapat menerima gugus konsonan kecuali /QC/ dan /NC/, adanya devoicing bunyi vokal tinggi /i/, dan mengikuti pola pembentukan bilangan lainnya yang sejenis.
This research deals with the phonological alternation in the construction of Japanese numerals and classifiers. The data were collected through introspection method and by asking Japanese native speakers as verifiers. The data were identified in order to investigate which numerals have the potential to undergo some phonological alternation. They were then analyzed phonemically and some phonetically as well. The data analysis focused on the segmental elements and it was conducted synchronically. The results show that there are some processes of and reasons underlying the phonological alternation in the construction of Japanese numerals and classifiers. The most common process of the phonological alternation is sound assimilation, especially regressive assimilation. Meanwhile, the reasons underlying the phonological alternation are the presence of sound co-articulation, phonotactics in Japanese that prevents any consonant clusters except /QC/ and /NC/, devoicing of high vowel /i/, and to comply with the construction of similar numerals.
Kata Kunci : alternasi fonologis, bahasa Jepang, bilangan, penyukat, dan sistem fonologi/ classifiers, Japanese, numerals, phonological alternation, and phonological system