Recycling Park dengan Pendekatan Hedonistic Sustainability di Yogyakarta
B.R. NINDITA NAVALDI, 2. Labdo Pranowo, S.T, M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTURSampah masih menjadi permasalahan yang umum di Indonesia. Volume produksi sampah terus bertambah seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk, tingkat konsumsi, dan kemajuan teknologi. Akibatnya terjadi penumpukan sampah yang hingga kini menjadi permasalahan serius bagi lingkungan. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami fenomena-fenomena penumpukan sampah. Penumpukan sampah tersebut disebabkan Tempat Pemrosesan Akhir Piyungan yang sudah tidak mampu menampung timbulan sampah. Upaya pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di wilayah permukiman sebagai solusi permasalahan mendapat respon negatif dari masyarakat karena stigma buruk terhadap kehadiran fasilitas tersebut. Kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga juga masih tergolong rendah. Kebiasaan memilah sampah belum dijalankan dan berbanding terbalik dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Terlepas dari hal buruk tersebut, terdapat potensi dari adanya bank sampah sebagai sektor semi-formal pengelolaan sampah. Bank sampah memberikan sudut pandang baru akan pengelolaan sampah yang dapat memberikan keuntungan ekonomis pada masyarakat. Kegiatan dasar bank sampah berupa reduce, reuse, dan recycle (3R) menjadi langkah utama dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di pemrosesan akhir. Berawal dari permasalahan dan potensi tersebut, perancangan yang dituju pada penulisan ini adalah sebuah pusat daur ulang yang berkelanjutan. Dengan pendekatan Hedonistic Sustainability, pusat daur ulang didefinisikan ulang dengan integrasi program sosial dan lingkungan sehingga terciptalah Recycling Park. Rancangan ini dapat memberi pandangan baru akan pengelolaan sampah dengan cara menyenangkan namun juga berkelanjutan.
Waste is still a common problem in Indonesia. The volume of waste production continues to increase in line with the increase in population, consumption levels, and technological advances. As a result, there is a buildup of waste which has become a serious problem for the environment. Yogyakarta Special Region is one of the provinces in Indonesia that experiences the phenomena of accumulated waste. The accumulation of waste is caused by the Piyungan Final Processing Site which is no longer able to accommodate the arising waste. Efforts to build waste management facilities in residential areas as a solution received a negative response from the public community because of the bad stigma against the presence of these facilities. The public community's concern for household waste management is still below expectation. The habit of sorting waste has not been implemented and is inversely proportional to the habit of littering. Apart from this bad thing, there is a potential for the existence of a waste bank as a semi-formal sector of waste management. The waste bank provides a new perspective on waste management that can provide economic benefits to the community. The basic activities of a waste bank in the form of reduce, reuse, and recycle (3R) are the main steps in reducing the volume of waste that ends in final processing. Starting from these problems and potentials, the intended design in this paper is a sustainable recycling center. With the Hedonistic Sustainability approach, recycling center is redefined with the integration of social and environmental programs to create a Recycling Park. This design can provide a new perspective on waste management in a fun yet sustainable way.
Kata Kunci : Daur ulang, Sampah, Pengelolaan, Hedonistic Sustainability