ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI DAN PEMASARAN OBAT DI ERA DIGITAL DAN SELAMA PANDEMI KEPADA MASYARAKAT MELALUI APLIKASI KESEHATAN BERBASIS SELULER
MUTIA NADHIFASARI, Prof. Dr. apt. Satibi, S.Si., M.Si.
2021 | Skripsi | S1 FARMASIPelayanan kesehatan berbasis teknologi menjadi suatu tren di Indonesia dan telah mengalami pertumbuhan yang cukup besar. Hal ini terjadi karena adanya banyak masalah kesehatan yang dapat diselesaikan melalui teknologi aplikasi kesehatan. Kehadiran aplikasi kesehatan ini dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan bagi masyarakat. Risiko utama yang mungkin timbul adalah penggunaan obat resep tanpa konsultasi langsung kepada tenaga profesional, seperti apoteker. Dengan mengacu pada peraturan BPOM No. 8 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian sistem pemasaran dan distribusi obat secara online yang dilakukan oleh aplikasi kesehatan serta untuk mengetahui keterlibatan tenaga profesional kesehatan terutama apoteker dalam pendistribusian obat secara online. Penelitian yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan melakukan penelitian fenomenologi untuk melihat fenomena yang terjadi di dunia kesehatan karena dengan adanya perkembangan teknologi dan pada masa pandemi ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semi terstruktur, observasi non-partisipant perspektif emik, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, narasumber dalam wawancara adalah perwakilan karyawan yang bekerja sama dengan aplikasi kesehatan atau pihak internal aplikasi kesehatan tersebut yang bertanggung jawab dalam pemasaran dan/atau pendistribusian obat secara online. Sampel yang digunakan dalam penelitian kali ini berjumlah empat aplikasi kesehatan yang ada di Indonesia, Aplikasi I, II, III, dan IV. Hasil dari penelitian ini akan dianalisis melalui metode analisis deskriptif. Berdasarkan analisis deksriptif yang dihasilkan melalui wawancara mendalam, sistem distribusi dan pemasaran obat melalui aplikasi kesehatan pada Aplikasi I, II, dan III di era digital dan di masa berdasarkan prinsip umum CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) mengalami shifting pada poin Organisasi, Manajemen, dan Personalia; Operasional; dan Transportasi. Poin-poin tersebut mengalami penyesuaian dengan adanya kemajuan teknologi dan di era pandemi. Melalui analisis kesesuaian aplikasi kesehatan dengan peraturan pemerintah yang berlaku, didapatkan beberapa perbedaan dan penyesuaian pada PBPOM 8/2020 Pasal 4, 8, dan 9. Tenaga kefarmasian juga terlibat dalam proses pendistribusian dan pemasaran obat melalui keempat aplikasi ini.
Technology-based health services are becoming a trend in Indonesia and have experienced considerable growth. This happens because there are many health problems that can be solved through health application technology. The presence of these health applications may pose several health risks to the public. The main risk that may arise is the use of prescription drugs without direct consultation with professionals, such as pharmacists. With reference to BPOM regulation No. 8 of 2020 and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 51 of 2009 concerning Pharmaceutical Work, the purpose of this study is to determine the suitability of the online drug marketing and distribution system carried out by health applications and to determine the involvement of health professionals, especially pharmacists in online drug distribution. . Research conducted through a qualitative approach by conducting phenomenological research to see phenomena that occur in the world of health due to technological developments and during this pandemic. Data collection techniques were carried out by semi-structured in-depth interviews, non-participant observations from the emic perspective, and documentation. In this study, the interviewees were representatives of employees who work closely with the health application or the internal party of the health application who is responsible for marketing and/or distributing drugs online. The samples used in this study amounted to four health applications in Indonesia, Applications I, II, III, and IV. The results of this study will be analyzed through descriptive analysis method. Based on the descriptive analysis generated through in-depth interviews, the distribution and marketing system of drugs through health applications in Applications I, II, and III in the digital era and in the period based on the general principles of CDOB (Good Drug Distribution Methods) has shifted at the points of Organization, Management, and Personnel; Operational; and Transportation. These points have been adjusted with technological advances and in the pandemic era. Through the analysis of the suitability of health applications with applicable government regulations, several differences and adjustments were found in PBPOM 8/2020 Articles 4, 8, and 9. Pharmaceutical workers are also involved in the process of distributing and marketing drugs through these four applications.
Kata Kunci : aplikasi kesehatan, peraturan pemerintah, pemasaran, distribusi