Laporkan Masalah

Kategori Ragam Penerapan Konsep Smart Governance dalam konteks Smart City (Kasus: Tujuh Kota di Dunia)

DANUR ARKAN MAWIRYAWAN, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dewasa ini konsep smart city telah diadopsi oleh berbagai kota di dunia sebagai solusi yang dinilai baik terhadap permasalahan kota yang semakin kompleks karena adanya urbanisasi dan perubahan cara hidup masyarakat. Secara lebih rinci, smart city dibagi lagi kedalam enam dimensi, yakni smart economy, smart people, smart environment, smart mobility, smart living, dan smart governance. Dari keenam dimensi yang ada, smart governance sering kali menjadi isu yang kurang diperhatikan. Padahal program dengan fokus smart governance memiliki peran yang penting dalam mendorong pertumbuhan kota secara menyeluruh melalui produk kebijakan dan penyaluran sumber daya melalui penguasa (pemerintah). Penelitian ini mengunakan sampel tujuh kota di dunia yang menerapkan konsep smart governance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif dengan pendekatan kualitatif dan teknik content analysis melalui survei konten digital. Unit amatan pada penelitian ini adalah tujuh kota yang secara eksplisit menyatakan bahwa dirinya mengembangkan smart governance dan masuk kedalam Top 50 Smart City Government yang dirilis oleh OXD (ONG&ONG Experience Design) yang merupakan divisi dari ONG&ONG yang memiliki fokus dalam memanfaatkan berbagai inovasi untuk menghasilkan produk yang berpusat pada pengguna dan berfokus pada pelanggan. ONG&ONG sendiri merupakan konsultan multi disiplin dengan pendekatan desain 360º. Analisis dalam penelitian ini memiliki langkah utama yaitu pengelompokan program berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan/atau masalah yang ingin diselesaikan dan membentuk subkategori program berdasarkan kesamaan informasi program. Dalam mengelompokan program dan strategi smart governance ditemukan delapan kategori yang meliputi internal workflow, infrastructure, public services, regulation, transparency, collaboration, quality of life improvement, dan cyber security. Berdasarkan delapan kategori tersebut, internal workflow merupakan kategori dengan keragaman program paling banyak sementara cyber security merupakan kategori dengan keragaman program paling sedikit.

Nowdays the smart city concept has been adopted by various cities in the world as a good solution to urban problems that are increasingly complex due to urbanization and changes in people's way of life. In more detail, smart cities are further divided into six dimensions, namely smart economy, smart people, smart environment, smart mobility, smart living, and smart governance. Out of the six dimensions, smart governance is often an issue that gets less attention. Whereas programs with a smart governance focus have an important role in encouraging overall city growth through policy products and resource distribution through the authorities (government). This study uses a sample of seven cities in the world that applied the concept of smart governance. The method used in this research is exploratory with a qualitative approach and content analysis techniques through digital content surveys. The units of observation in this research are seven cities that explicitly state that they are developing smart governance and are included in the Top 50 Smart City Government released by OXD (ONG&ONG Experience Design) which is a division of ONG&ONG which has a focus on utilizing various innovations to produce products that are user-centered and customer-focused. ONG&ONG itself is a multi-disciplinary consultant with a 360º design approach. The analysis in this study had grouping programs based on the objectives to be achieved and/or problems to be solved and forming program subcategories based on the similarity of program information as the main steps. In classifying smart governance programs and strategies, eight categories were found which include internal workflow, infrastructure, public services, regulation, transparency, collaboration, quality of life improvement, and cyber security. Based on these eight categories, internal workflow is the category with the most program diversity, while cyber security is the category with the least program diversity.

Kata Kunci : smart governance, smart city, kategori, program, keragaman.

  1. S1-2021-413475-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413475-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413475-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413475-title.pdf