Strategi Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Seribu Batu Songgo Langit, RPH Mangunan, KPH Yogyakarta
AGNES PUTRI M, Wiyono, S.Hut., M.Si.
2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANSeribu Batu Songgo Langit merupakan ekowisata berbasis masyarakat yang dikembangkan di kawasan hutan lindung RPH Mangunan melalui perjanjian kerja sama pada tahun 2017 antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY dengan Koperasi Noto Wono. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan aspek kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha di Seribu Batu Songgo Langit, (2) menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, 3) merumuskan strategi pengembangan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan metode kombinasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis kualitatif, kuantitatif, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukan (1) pengelolaan Seribu Batu Songgo Langit telah memiliki badan hukum Koperasi Noto Wono, memiliki struktur organisasi, membentuk ADART, pengelolaan batas kawasan, pengelolaan tegakan, pengelolaan fasilitas wisata, perlindungan kawasan, promosi wisata dan menjalankan usaha ekowisata. (2) Kelebihan yang dimiliki adalah panorama pemandangan alam, partisipasi dalam melestarikan kebudayaan, aksesibilitas memadai, fasilitas umum menunjang, kekompakan pengelola, dan penggunaan media sosial untuk promosi. Kelemahan yang dimiliki adalah sumberdaya manusia kurang memadai, pemadatan tanah, tidak adanya paket wisata edukasi dan souvenir. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah kesempatan pengembangan usaha baru, pemanfaatan lahan kosong, dan ketertarikan wisatawan terhadap budaya lokal. Ancaman yang dimiliki adalah penurunan jumlah wisatawan, pandemi Covid-19, bencana alam, dan menjamurnya ekowisata. Strategi yang dapat diterapkan adalah menyusun program wisata budaya dan edukasi, peningkatan sumberdaya manusia dengan program pelatihan keterampilan baru, pembenahan spot dan fasilitas, promosi, dan adaptasi kebijakan baru. (3) Strategi khusus dalam menghadapi pandemi Covid-19 meliputi mengurangi pengeluaran anggaran keuangan untuk pembangunan, menyusun ide virtual traveling, menyusun pengembangan pemesanan tiket online, pengaturan jalan satu jalur serta meningkatkan penerapan protokol kesehatan dan kebersihan tempat wisata.
Seribu Batu Songgo Langit is community-based ecotourism developed in the protected forest area of RPH Mangunan through a cooperation agreement in 2017 between the Department of Environment and Forestry DIY with the Noto Wono Cooperative. This study aims to: (1) describe aspects of institutional management, regional management, and business management in Seribu Batu Songgo Langit, (2) analyze strengths, weaknesses, opportunities, and threats, 3) formulate development strategies in the face of the Covid-19 pandemic. This research was conducted by combination method. The data obtained is analyzed by qualitative, quantitative, and SWOT analysis methods. The results showed (1) the management of Thousand Stones Songgo Langit has had a legal entity Cooperative Noto Wono, has an organizational structure, formed ADART, regional boundary management, management of stands, management of tourist facilities, protection of the region, promotion of tourism and running ecotourism business. (2) The advantages are the panorama of natural scenery, participation in preserving culture, adequate accessibility, supporting public facilities, tourism management cohesiveness, and the use of social media for promotion. The disadvantages are inadequate human resources, compaction of land, absence of educational tour packages and souvenirs. Opportunities that can be utilized are opportunities for new business development, utilization of vacant land, and interest of tourists to local culture. The threats are a decrease in the number of tourists, the Covid-19 pandemic, natural disasters, and the proliferation of ecotourism. Strategies that can be applied are to develop cultural and educational tourism programs, improve human resources with new skills training programs, improve spots and facilities, promotion, and adaptation of new policies. (3) Special strategies in dealing with the Covid-19 pandemic include reducing financial budget expenditures for development, drafting virtual traveling ideas, developing online ticket booking, arranging one-way roads, and improving the application of health protocols and cleanliness of tourist attractions.
Kata Kunci : Seribu Batu Songgo Langit, Ekowisata, Analisis SWOT, Covid-19