Laporkan Masalah

Analisis Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Carter Pesawat Udara (Studi Kasus: PT Pelita Air Service Dengan PT Badak NGL Bontang)

SHEPTIAN WINTINSON, Dr. Ninik Darmini, S.H., M.Hum.

2021 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian dalam penulisan hukum ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas itikad baik mulai dari tahap pra kontraktual, kontraktual, dan post kontraktual yang terdapat dalam perjanjian carter pesawat udara antara PT. Pelita Air Service selaku pihak maskapai penerbangan dengan PT. Badak NGL Bontang selaku pihak pencarter. Penelitian hukum ini juga bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pihak pencarter jika pesawat udara dalam kondisi Aircraft on Ground (AOG). Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris dengan cara melakukan studi kepustakaan yaitu menganalisa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, dan melakukan studi lapangan dengan cara wawancara terhadap responden. Data dianalisis dengan metode kualitatif untuk memecahkan pokok permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, itikad baik secara umum telah diterapkan terlihat dari adanya keterbukaan dan kejujuran dalam tahap pra kontraktual. Dalam tahap kontraktual dan post kontraktual, terdapat keseimbangan antara berbagai kepentingan para pihak dan pelaksanaannya berdasarkan pada norma yang berlaku. Hal tersebut menandakan adanya kepatutan dan keadilan, maka para pihak telah menerapkan itikad baik. Kedua, terdapat perlindungan hukum internal yang berasal dari kesepakatan para pihak dituangkan dalam isi perjanjian dan perlindungan hukum eksternal bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi pihak pencarter jika pesawat udara dalam konidisi Aircraft on Ground (AOG).

This research aims to analyze how the implementation of good faith principles starting from the pre-contractual, contractual, and post-contractual stages contained in the Aircraft Charter Agreement between PT. Pelita Air Service as the airline and PT. Badak NGL Bontang as the chaterer. This legal writing also aims to identify the legal protection for the charterer if the aircraft is in Aircraft on Ground (AOG) condition. The type of research used is normative-empirical conducted by conducting a literature study that is analyzing primary, secondary, and tertiary legal materials, along with field study by interviewing respondents. The data were analyzed by qualitive method to solve the main problem. Based on the result of the analysis, the following conclusions were obtained: First, good faith in general has been applied, which can be seen from the openness and honesty in the pre-contractual stage. In the contractual and post-contractual stages, there is a balance between the various interests of the parties and their implementation based on the prevailing norms. This indicates the existence of meaningful propriety and fairness, and therefore the parties have applied good faith. Second, there is internal legal protection that comes from the agreement of the parties which is stated in the content of the agreement, and external legal protection that comes from the laws and regulations that apply to the charterer if the aircraft is in Aircraft on Ground (AOG) condition.

Kata Kunci : Perjanjian Carter Pesawat Udara, Asas Itikad Baik, Perlindungan Hukum / Aircraft Charter Agreement, Good Faith Principle, Legal Protection

  1. S1-2021-409052-abstract.pdf  
  2. S1-2021-409052-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-409052-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-409052-title.pdf