Laporkan Masalah

MENGAJI BAHASA INGGRIS; "Hibriditas Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Pengadopsian Sistem Pendidikan Pesantren di Lembaga Kursus Basic English Course"

MUHAMMAD PRAMADEA L, Suharko, Dr., S.Sos., M.Si.

2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Lembaga kursus Basic English Course (BEC) merupakan lembaga kursus bahasa Inggris yang pertama kali didirikan di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Berdirinya BEC memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar hingga menjamurnya ratusan kembaga kursus bahasa asing di dua desa, yaitu di Desa Pelem dan Desa Tulungrejo yang sekarang dikenal dengan julukan Kampung Inggris. Sejak beridiri pada tahun 1977 hingga sekarang lembaga kursus BEC tetap eksis dengan tetap memegang kuat prinsipnya. BEC merupakan lembaga kursus yang dikenal dengan memiliki kedisiplinan yang ketat serta menerapkan pola pembelajaran bahasa serta kurikulum khasnya yang dirancang oleh Mr. Kalend Osen selaku pendiri dan terinspirasi dari pola pendidikan pesantren. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagimana Mr. Kalend Osen selaku pendiri BEC mengkonstruksi dan mengimplementasikan pola pendidikan di lembaga kursus bahasa Inggris layaknya pola pendidikan yang ada di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penggunaan motode kualitatif bertujuan agar peneliti dapat melakukan proses pengumpulan data lebih mendalam. Sedangkan penggunaan pendekatan deskriptif bertujuan agar peneliti dapat dengan mudah memberikan gambaran serta penjelasan secara detail yang ditulis secara naratif. Dengan menggunakan metode dan pendekatan tersebut peneliti melakukan wawancara dengan beberapa tokoh serta narasumber yang berkaitan dengan BEC dan peneliti melakukan observasi lapangan secara berkala. Untuk menjelaskan hasil dari penelitian observasi yang dilakukan, peneliti menggunakan teori hibriditas yang disampaikan oleh Homi K. Bhabha sebagai pisau analisis untuk menjelaskan Mr. Kalend Osen mengadopsi sistem pendidikan dari pesantren. Hal ini dikarenakan terdapat temuan menarik yang didapatkan selama penelitian, diketahui bahwa BEC memiliki ciri khas cara pengajaran yang banyak terinspirasi dari Pondok Modern Darussalam Gontor sehingga tercipta pola ajar yang yang hibrid dalam lembaga kursus bahasa Inggris. Selain itu dalam sistem pendidikan BEC juga mengajarkan pendidikan disiplin yang kuat layaknya pendidikan di pesantren seperti pada aturan tata busana, peraturan dan pembelajaran bahasa, penegkan disiplin, serta lingkungan pendidikan yang berbeda dengan lembaga kursus bahasa Inggris pada umumnya.

The Basic English Course (BEC) is an English course institution which was first established in Pelem Village, Pare, Kediri. The establishment of BEC has had a significant impact on the surrounding community, leading to the proliferation of hundreds of foreign language events, namely in Pelem Village and Tulungrejo Village, which are now known as English Villages. Since its establishment in 1977 until now, the BEC course institution has continued to exist while still holding on to its principles. BEC is a course institution known for having strict discipline and applying language learning patterns and its distinctive curriculum designed by Mr. BEC. Kalend Osen as the founder and inspired by the pattern of pesantren education. This paper aims to explain how Mr. Kalend Osen as the founder of BEC constructs and implements the pattern of education in English course institutions like the pattern of education in Islamic boarding schools. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The use of qualitative methods aims to enable researchers to carry out a more in-depth data collection process. While the use of a descriptive approach aims for researchers to easily provide a detailed description and explanation written in a narrative manner. By using the method and approach the researcher conducted interviews with several figures and resource persons related to BEC and the researchers conducted regular field observations. To explain the results of the observational research conducted, the researcher uses the hybridity theory presented by Homi K. Bhabha as an analytical tool to explain Mr. Kalend Osen's adoption of the education system from the pesantren. This is due to interesting findings obtained during the research, it is known that BEC has a teaching characteristic that is much inspired by Pondok Modern Darussalam Gontor so as to create a hybrid teaching pattern in English language course institutions. In addition, the BEC education system also teaches disciplined education similar to education in Islamic boarding schools such as dress code, rules and language learning, enforcement discipline, as well as an educational environment that is different from English language course institutions in general.

Kata Kunci : Hibriditas, Pendidikan, Basic English Course, Pesantren

  1. S1-2021-414958-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414958-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414958-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414958-title.pdf