PADANAN AS-SIFAH AL-MUSYABBAHAH DALAM BAHASA INDONESIA (KAJIAN LINGUISTIK KONTRASTIF)
MOHAMAD AFRIZAL, Prof. Dr, Syamsul Hadi, S.U. M.A.; Dr. Suhandano, M.A.
2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU-ILMU HUMANIORAAs-sifah al-musyabbahah (SM) merupakan salah satu subkelas nomina bahasa Arab (BA) yang seringkali dipadankan dengan adjektiva bahasa Indonesia (BI) oleh para linguis. Padahal, kami menemukan banyak SM yang dipadankan dengan selain adjektiva BI. Fokus penelitian ini ialah pendeskripsian SM padanannya dalam BI. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik kontrastif terapan, yaitu menerapkan teori linguistik umum, khususnya tentang kata dan kelas kata, untuk membandingkan SM dengan padanannya dalam BI. Penelitian ini terdiri dari lima tahapan yang meliputi i) deskripsi SM dan deskripsi berbagai kemungkinan padanannya dalam BI, ii) penyejajaran, iii) perbandingan, iv) penjelasan penyebab perbedaan, dan v) penyimpulan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa SM mengalami divergensi bentuk dan kelas kata padanan dalam BI. Ini disebabkan oleh a) ketiadaan kelas sepadan dalam BI, b) keluasan makna leksikal dan gramatikal SM, c) perilaku sintaksis SM dan ketersediaan morfem-morfem BI, serta d) pengaruh GTE yang kuat dalam pencirian kata BI dan kelas-kelasnya.
As-sifah al-musyabbahah (SM) is one of Arabic noun subclasses claimed by many scholars that often have adjective counterparts in Indonesian. In fact, in Indonesian language, there are other than adjectives as counterparts to SM. This research focuses on describing SM and their equivalents in Indonesian. The applied-contrastive linguistics approach was used in this research, viz applying general linguistics theories, especially about words and word classes, for comparison between SM in Arabic and their equivalents in Indonesian. The research consists of five procedures, viz. i) describing SM and describing various possibilities of SM-equivalents, ii) juxtapositioning or translating, iii) comparing, iv) explaining causes of differences, and v) concluding. The results of this study proved that SM encounters divergent of wordforms and word classes when juxtaposed or translated to Indonesian language. This is caused by a) the absence of equivalent word class, b) the breadth of lexical and grammatical meaning of SM, c) the syntactic behaviour of SM and the availability of morphemes in Indonesian, and d) the strong influence of European grammar tradition in the characterization of wordforms and word classes in Indonesian language.
Kata Kunci : As-sifah al-musyabbahah, adjektiva, lingistik kontrastif terapan, gramatika tradisi Arab, gramatika tradisi Eropa