Laporkan Masalah

DINAMIKA PEMBELAJARAN DARING MASA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus Pengalaman Mahasiswa S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteran, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada)

LAILA NUR ASSYIFA, Dr. Phil. Milda Longgeita, Br.Pinem, S.Sos, M.A

2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Untuk memutuskan penyebaran virus corona dalam pandemi global COVID-19, maka diadakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam PP No. 21 tahun 2020. Pembatasan ini menjadi tantangan termasuk pada bidang pendidikan salah satunya di perguruan tinggi. Kegiatan akademik seperti perkuliahan biasa dilakukan secara tatap muka kini tidak bisa, sehingga jalan keluarnya adalah dilakukan pembelajaran daring. Kesiapan fasilitas dan akses pembelajaran yang dimiliki setiap mahasiswa berbeda-beda dipengaruhi oleh identitasnya. Oleh sebab itu penelitian ini menggunakan rumusan masalah yaitu bagaimana pengalaman Mahasiswa S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan dalam merespon pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah interseksionalitas yang dikenalkan oleh Kimberlé Crenshaw pada 1989 yang berarti pertemuan antara berbagai kategori latar belakang identitas sosial yang berbeda, kemudian mempengaruhi perolehan hak seorang individu dalam kehidupannya sehari - hari. Pada penelitian ini menginvestigasi pengalaman enam orang informan dari Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang ditelusuri menggunakan wawancara dan observasi media sosial informan. Penelitian ini memiliki temuan bahwa adanya empat kategori yang digunakan yaitu status ekonomi (status ekonomi dalam keluarga informan), hubungan keluarga (hubungan informan sebagai anak dalam keluarganya), peran gender (peran gender informan dalam keluarga dan lingkup pertemanannya), dan relasi pertemanan (hubungan pertemanan informan ketika pandemi). Keempat kategori identitas sosial ini saling berhubungan dan mengkonstruksi satu sama lain sehingga berkontribusi dalam pengalaman belajar informan. Sehingga pengalaman ini tidak bisa dianalisis jika menggunakan satu sumbu identitas sosial saja, oleh karena itu konsep interseksionalitas diperlukan.

To stop the spread of Coronavirus during the pandemic, the lockdown policy in Indonesia or PSBB is set out in PP No. 21 of 2020. This limitation is a challenge including in the field of education, one of which is in higher education. Academic activities like lectures usually carried out face-to-face now impossible, so the solution is through online learning. The readiness of facilities and access that each student has is different, influenced by their identity. Therefore, this research focus on how the experiences of Undergraduate Students in Social Development and Welfare in responding to online learning during the COVID-19 pandemic. This study uses the concept of intersectionality which was introduced by Kimberlé Crenshaw in 1989, which means that the meeting between various categories of different identity backgrounds can affect the acquisition of an individual's rights and privileges in their daily life. This study investigated the online learning experience of six undergraduate students of Social Development and Welfare, Faculty of Social and Political Sciences, Gadjah Mada University, using a qualitative approach with case studies that are traced using interviews and observations of informants on social media. This study found that there are four categories used, such as economic status (economic status in the informant's family), family relationships (informant's relationship as a child in their family), gender roles (informant's gender role in their family and circle of friends), and friendship relations (informant friendship during the pandemic). These four categories of social identity are interconnected and construct one another so that they contribute to the informant's learning experience. Therefore, this experience cannot be analyzed using only one axis of social identity.

Kata Kunci : Kata Kunci: Pembelajaran daring, Interseksionalitas, Status ekonomi, Hubungan keluarga, Peran Gender, Relasi Pertemanan/Keywords: online learning, intersectionality, economic status, family relations, gender roles, friendship relations.

  1. S1-2021-414913-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414913-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414913-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414913-title.pdf