MAKNA DAN PRAKTIK STAYCATION DI YOGYAKARTA SELAMA PANDEMI COVID-19
BAIQ DINY ALIFA B, Intan Purwandani, S.Par., M.Sc
2021 | Skripsi | S1 PARIWISATATerminologi staycation mewujudkan implementasi yang secara beriringan mengikuti kondisi kehidupan sekitarnya. Istilah ini diketahui semakin populer di Indonesia sejak pandemi covid-19 sehingga menjadi tren berwisata dalam situasi tersebut. Hal ini disebabkan karena staycation dapat dilakukan terutama di Yogyakarta ketika pergerakan untuk perjalanan wisata terbatas. Metode konsumsi wisatawan saat ini mengindikasikan praktik staycation sejalan dengan motivasi dan kebutuhan masing-masing orang. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini membahas makna dan praktik staycation untuk mengetahui perkembangan fenomena ini di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menjelaskan secara rinci mengenai makna dan praktik staycation menurut sudut pandang penyedia jasa dan wisatawan. Selanjutnya, pengambilan data dilakukan dengan observasi lapangan, dokumen, informasi audiovisual, dan wawancara dengan penyedia jasa dan wisatawan staycation. Proses analisis dilakukan dengan persiapan dan pengaturan, pengelompokkan, dan membuat deskripsi berdasarkan data. Setelah itu, penulis menginterpretasikan hasil deskripsi data penelitian untuk menarik kesimpulan yang komprehensif. Hasil penelitian ini menemukan tiga makna staycation yaitu: (a) pemanfaatan waktu luang dengan liburan di hotel; (b) strategi bertahan hotel; dan (c) menjadi terminologi multikonsep. Selain itu, praktik staycation berwujud tujuan untuk menikmati (a) F&B hotel; (b) Work From Hotel; dan (c) sebagai objek konten media sosial demi kebutuhan eksistensi. Dengan itu, makna mengacu pada cara seseorang memandang fenomena ini berdasarkan perspektifnya dan praktik berdasarkan hal yang dilakukan selama staycation. Makna dan praktik staycation ini disimpulkan bersifat elastis mengikuti kondisi lingkungan sekitar.
Currently, the staycation term is implemented and popular in Indonesia since the Covid-19 pandemic, so it has become a travel trend in this situation. This is because staycation can be alternative way to travel especially in Yogyakarta when the travel movement is limited. Nowadays, the tourist consumption method indicates that the practice of staycation is in line with the motivation and needs. Therefore, this study discusses the meaning and practice of staycation is to determine the development of this phenomenon in Yogyakarta. This research used a qualitative descriptive approach to explain the meaning and practice staycation in detail from service provider and tourist perspective. Furthermore, data collection methods include observation, document, audiovisual information, and interview with informants. The analysis process is carried out by preparation and arrangement, grouping, and making description based on data. Afterwards, the author interprets the data to draw comprehensive conclusion. The result of this research found three meanings of staycation, namely: (a) leisure time with vacation at the hotel; (b) hotel survival strategy; and (c) multi-concept terminology. In addition, the practice of staycation is based on the tourist motivation to enjoy (a) F&B of hotel; (b) Work From Hotel; and (c) an object of social media content for existence needs. In conclusion, the meaning and practice refers to someone�s point of view about this phenomenon based on their perspective and experiences during staycation. The meaning and practice of staycation is concluded as to be elastic based on the condition of the environment.
Kata Kunci : Makna, Praktik, Staycation, Pandemi Covid-19/ Meaning, Practice, Staycation, Covid-19 Pandemic