Laporkan Masalah

INKULTURASI AGAMA KATOLIK DALAM KEBUDAYAAN JAWA: STUDI MENGENAI PENGALAMAN WISATA ZIARAH DI GEREJA KATOLIK HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN, BANTUL, DIY

ROSMARIANI MANALU, Dr. Sita Hidayah, S.Ant., M.A.

2021 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Sebagian besar wisatawan baik dalam lingkup nasional maupun internasional - mengunjungi situs wisata ziarah Katolik untuk mengejar air suci yang dipercayai dapat menyembuhkan penyakit dan memberikan rezeki bagi mereka. Hal inilah yang menjadikan mukjizat air suci sebagai salah satu daya tarik khas yang ikut berperan dalam membentuk pengalaman wisata di berbagai objek wisata ziarah Katolik, termasuk objek wisata ziarah Gereja HKTY Ganjuran. Akan tetapi, ada daya tarik khas lain yang begitu kuat dan menonjol di objek wisata ziarah Gereja Katolik HKTY Ganjuran yaitu keberadaan bentuk-bentuk inkulturasi Katolik dalam budaya Jawa. Segala daya tarik khas yang terdapat di objek wisata akan mempengaruhi pembentukan pengalaman wisata, termasuk bentuk-bentuk inkulturasi yang sangat lengkap dan menonjol dibandingkan dengan objek wisata ziarah Katolik lainnya, di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat dan memahami peran keberadaan bentuk-bentuk inkulturasi terhadap pembentukan pengalaman wisatawan di objek wisata ziarah Gereja HKTY Ganjuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mana data yang dikumpulkan merupakan jenis data kualitatif berdasarkan hasil wawancara mendalam, observasi lapangan dengan membuat catatan lapangan, mengambil gambar serta merekam kegiatan wawancara, dan studi pustaka - melalui buku, dokumen resmi, artikel, dan laman-laman terkait. Data kualitatif yang dikumpulkan akan wisatawan dianalisis melalui tiga tahap, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan inkulturasi di Gereja HKTY Ganjuran telah turut serta berperan dalam membentuk berbagai jenis pengalaman, mulai dari pengalaman religius (semakin dekat dengan Tuhan), pengalaman budaya, pengalaman relaksasi yang menenangkan, hingga pengalaman rekreatif (bertamasya). Ketersediaan informasi mengenai bentuk-bentuk inkulturasi di objek wisata ziarah ini menjadi penting untuk membantu para wisatawan mendapatkan pengalaman wisata ziarah yang mereka harapkan secara utuh.

Most tourists - both nationally and internationally - visit Catholic pilgrimage tourism sites to pursue holy water which is believed to cure disease and provide sustenance for them. This is what makes the miracle of holy water one of the unique attractions that play a role in shaping the tourist experience in various Catholic pilgrimage tourist attractions, including the pilgrimage attraction of the Ganjuran Church of the Sacred Heart of Jesus. However, there is another special attraction that is so strong and prominent in the pilgrimage tourism object of the Ganjuran Church, namely the existence of forms of Catholic inculturation in Javanese culture. All the unique attractions found in tourist attractions will affect the formation of tourist experiences, including forms of inculturation that are very complete and prominent compared to other Catholic pilgrimage attractions, in Indonesia, especially in the Special Region of Yogyakarta. Therefore, this study aims to see and understand the role of the existence of forms of inculturation on the formation of tourist experiences at the pilgrimage tourism object of the Ganjuran Church. This study uses a qualitative descriptive approach, in which the data collected are qualitative data types based on the results of in-depth interviews, field observations by making field notes, taking pictures and recording interviews, and literature studies - through books, official documents, articles, and related pages. The qualitative data collected will be analyzed through three stages, namely the stage of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the existence of inculturation in the Ganjuran Church has played a role in shaping various types of experiences, ranging from religious experiences (getting closer to God), cultural experiences, relaxing relaxation experiences, to recreational experiences (sightseeing). The availability of information about the forms of inculturation in this pilgrimage tourism object is important to help tourists get the pilgrimage tourism experience they expect as a whole.

Kata Kunci : inkulturasi, pengalaman wisata, wisata ziarah, agama Katolik, budaya Jawa

  1. S1-2021-413348-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413348-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413348-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413348-title.pdf