Laporkan Masalah

PERAN WEBSITE DESA TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBANGUNAN DESA (Kasus: Desa Nglanggeran dan Desa Girijati Kabupaten Gunungkidul)

GANDA SIBARANI, Prof. Ir. Achmad Djuanedi, M.UP, Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Desa sebagai wilayah administrasi terluar pada konstelasi pembangunan daerah mempunyai karakteristik unik dibanding dengan wilayah lain karena membangun desa berarti memberdayakan masyarakat desa untuk mandiri dengan segala potensi dan tantangan. Program dan kegiatan pembangunan desa harus disusun berdasarkan basisdata mutakhir dan informasi akurat sehingga program dan kegiatan tepat sasaran dan meningkatkan partisipasi pembangunan warga desa karena memiliki rasa kewajiban dan hak untuk turut dalam berbagai keputusan penting yang menyangkut pembangunan desa melalui pengambilan keputusan berdasarkan arus data dan informasi. Penetrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti Sistem Informasi Desa (SIDA) melalui pemanfaatan website desa agar beragam data dan informasi terkait kebijakan desa dengan cepat dan rutin disebarkan serta mudah diakses warga. Lokasi penelitian adalah Desa Nglanggeran dan Desa Girijati yang mempunyai karakteristik wilayah yang kontras di Kabupaten Gunungkidul dan memiliki keunikan kasus karena telah menerapkan SIDA sebagai komponen dalam penanggulangan kemiskinan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana website desa berperan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan desa. Metodologi yang digunakan ialah Mix methods sequential explanatory designs dengan metode pengumpulan data kuesioner yang dilanjutkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kuantitatif statistik non parametrik. Hasil analisis tersebut selanjutnya dibawa kembali ke lapangan untuk gunakan sebagai dasar wawancara dan dianalisis secara kualitatif untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu berdasarkan perspektif partisipatori. Hasil temuan berupa deskripsi kasus dan faktor-faktor dugaan penelitian yang disimpulkan dalam ringkasan temuan dan kontribusi terhadap pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi website desa pada level penyelenggaraan pemerintahan cukup efektif. Namun pada peningkatan partisipasi masyarakat, website desa belum dapat menimbulkan efek kognitif, kognitif afektif dan konatif pada peningkatan kesadaran dalam pembangunan dan partisipasi masyarakat. Beberapa faktor penyebabnya seperti Nilai Berita, Konsistensi dan Variasi Program SIDA, Konektivitas Internet dan Kepemilikan Perangkat Akses, Modal Sosial, Budaya Lisan, dan Misleading Kebijakan Pemerintah Daerah. Untuk memaksimalkan keberadaan website, masyarakat perlu diberikan penguatan jurnalisme warga agar peran aktif masyarakat dalam proses pengumpulan, pelaporan, penganalisisan, dan penyajian berita semakin baik dan menggiatkan komunikasi warga dengan Pemerintah Desa.

Village, as the outermost administrative area in the constellation of regional development, has unique characteristics compared to other regions because building a village means empowering village communities to be independent with all the potentials and challenges. Rural development activities and programs must be prepared based on up-to-date databases and accurate information so that programs and activities are right on target and increase development participation of villagers because they have a sense of duty and right to participate in various essential decisions related to village development through decision making based on data and information flows. Penetration of Information and Communication Technology (ICT) such as the Village Information System (SIDA) uses village websites so that various data and information related to village policies are quickly and routinely disseminated and easily accessible to residents. The research locations are Nglanggeran and Girijati Villages, which have contrasting regional characteristics in District of Gunungkidul and have a unique case because they have implemented SIDA as a component in regional poverty reduction. This research aims to describe how village websites play a role in increasing community participation in village development decision-making. The methodology used is mixed-method sequential explanatory designs with questionnaire data collection methods followed by in-depth interviews and observations. The data obtained were analyzed by non-parametric statistical quantitative analysis. The analysis results are then brought back to the field to use as a basis for interviews and are analyzed qualitatively to build certain theories or patterns of knowledge based on participatory perspectives. The findings are in the form of a description of the case and the study's suspected factors, which are summarized in the summary of the findings and the contribution to knowledge. The results showed that the existence of village websites at the level of government administration was quite effective. However, in increasing community participation, village websites have not been able to cause cognitive, affective and conative cognitive effects on increasing awareness in development and community participation. Some of the contributing factors are News Value, Consistency and Variety of SIDA Programs, Internet Connectivity and Ownership of Access Devices, Social Capital, Oral Culture, and Misleading Local Government Policies. To maximize the website's existence, the community needs to be given strengthening citizen journalism so that the active role of the community in collecting, reporting, analyzing, and presenting news is getting better and intensifying communication between citizens and the Village Government.

Kata Kunci : TIK, Partisipasi Masyarakat, Jurnalisme Warga

  1. S2-2021-434623-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434623-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2021-434623-title.pdf  
  4. S2-2021-434623_bibliography.pdf