Laporkan Masalah

NORMA PELOKALAN DALAM BANTUAN KERJASAMA BENCANA DI INDONESIA: STUDI KASUS RESPON LEMBAGA KEMANUSIAAN DI INDONESIA DALAM BENCANA PALU

TAUFIK JEREMIAS, Dr. Dafri Agussalim, M.A

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Tujuan penulisan tesis ini adalah untuk menganalisis agenda pelokalan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk norma baru dalam bantuan kemanusiaan, khususnya di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif, penulis melakukan wawancara dari praktisi dan berbagai perwakilan lembaga non pemerintah dan juga lembaga pemerintah, studi Pustaka dan juga analisis berbagai dokumen-dokumen yang ada untuk mendapatkan gambaran mengenai pemahaman agenda pelokalan dan juga pembentukan norma pelokalan dalam kerjasama kemanusiaan. Argumen utama dalam penelitian ini bahwa pelokalan bantuan kemanusiaan yang menempatkan aktor lokal dalam respon kemanusiaan diduga menjadi norma baru dari sistem kemanusiaan internasional karena didukung oleh pemahaman dan interaksi dari semua agensi dalam struktur kemanusiaan global yang ada saat ini. Pembentukan norma baru berupa pelokalan bantuan kemanusiaan didukung oleh berbagai faktor seperti: a. adanya faktor global yang mendorong perubahan dalam struktur humanitarian, b. distribusi power dalam bentuk kepentingan dan interaksi dalam sistem humanitarian dan c. perubahan domestik yang mendukung penerimaan perubahan global dan lokal yang berdampak pada interaksi pelaku kemanusiaan di dalam negeri. Namun sebagai norma baru yang dihasilkan dari interaksi, masih perlu dilihat perubahan-perubahan yang terjadi setelahnya karena beragamnya model pelokalan yang ada. Hal ini membuat dibuat kerangka kerja pelokalan untuk melihat sejauh mana dampak perubahan-perubahan yang ada pada sistem kemanusiaan Indonesia.

This thesis aims to analyze the agenda of humanitarian localization as a form of a new norm in humanitarian assistance, particularly in Indonesia. By using the qualitative method, the writer has conducted various interviews with practitioners and representatives of both NGOs and government institutions, also has conducted literature studies and analyses from a lot of existing documents to obtain an understanding of localization agenda and also for the establishment of localization norm during humanitarian cooperation. The main argument in this research is that humanitarian localization that places local actors during humanitarian responses will become the new norm in the international humanitarian system because it is supported by the understanding and interactions from all agencies in the existing global humanitarian structures. The establishment of the new norm is in the form of humanitarian localization that is being supported by various factors, such as: a. the availability of global factors that support changes in the humanitarian structures, b. distribution of power in the form of interests and interactions in the humanitarian system and c. domestic changes that support global and local changes acceptance that will give impacts on the interactions of humanitarian actors in the country. However, as the new norm that is produced from interactions, we still need to observe the occurring changes due to the presence of various localization models and this will make the necessity of the changes, therefore, a national framework of localization is needed to ensure a smooth process and also measure its impact to Indonesia humanitarian system.

Kata Kunci : pelokalan, norma, bantuan kemanusiaan, lembaga kemanusiaan, struktur kemanusiaan

  1. S2-2021-449142-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449142-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449142-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449142-title.pdf