Studi Proksemika dan Pengalaman Keruangan Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Penataan Interior Kafe (Studi Kasus: Awor Coffee Yogyakarta)
ANUGRAH AJI PRATAMA, Dr. Suastiwi T., M.Des.; Dr. St. Sunardi
2021 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPADi tengah naiknya pasar kedai kopi pada saat ini, pandemi COVID-19 melanda dan memaksa para pelanggan serta manajemen kafe untuk bertahan dalam situasi tersebut. Dampak pandemi juga dirasakan oleh Awor Coffee sebagai kafe yang cukup lama berdiri di Yogyakarta ini. Masa adaptasi kebiasaan baru yang diungkapkan oleh pemerintah memberikan sedikit jalan keluar bagi industri kafe. Diterbitkannya protokol kesehatan menjadi acuan untuk membiasakan diri dan membantu penekanan penyebaran COVID-19. Inti dari protokol kesehatan adalah pemberian jarak dan pembatasan jumlah tempat duduk. Protokol tersebut perlu diterapkan tetapi bagaimana sebuah kafe dapat berkompromi dengan protokol kesehatan dan bagaimana pengalaman yang dirasakan pelanggan selama masa adaptasi kebiasaan baru ini? Pada penelitian ini, kegelisahan tersebut akan dianalisa dengan metode kualitatif dan teknik deskripsi analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan proksemika dan pengalaman keruangan untuk membedah permasalahan yang ada. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk menerapkan protokol kesehatan pada sebuah kafe, diperlukan pengetahuan yang cukup terhadap pengguna ruang. Penerapan protokol tidak boleh semata-mata sebagai hal formalitas saja tetapi harus benar-benar dilakukan pendekatan yang tepat. Sehingga hal tersebut berdampak pada pengalaman pelanggannya yang pada akhirnya dapat menerima dan beradaptasi dengan kondisi masa adaptasi kebiasaan baru. Hasil ini dapat menjelaskan bahwa sebuah desain interior tidak dapat berdiri sendiri, diperlukan perpaduan dengan aktivitas ruang sehingga dapat memberikan pengalaman dan menghidupkan suasana ruang interior.
In the middle of coffee shop popularity, COVID-19 pandemic hits and forces customers as well as cafe management to endure this situation. The impact of the pandemic is also felt by Awor Coffee as a cafe that has been around for a long time in Yogyakarta. The period of adaptation to the new habits issued by the government provides support for the cafe industry. The publication of the health protocol as a reference to familiarize oneself, helps suppress the spread of COVID- 19; especially by implementing social distance and limiting the number of seat. How can a cafe compromise with health protocol? How is the customer experience during this adaptation period to this new habit? In this study, those questions will be answered by using qualitative methods and analytical description techniques. This study uses a proxemics approach and spatial experience to analyze existing problems. The results showed that to apply health protocols in a cafe, it is required for cafe managers to have sufficient knowledge about the space users. The application of the protocol should not be merely a matter of formality but must really be carried out with the right approach. So that it has an impact on the experience of its customers, which in the end, can accept and adapt to the new health protocol habits. These results explained that an interior design cannot stand alone, it needs a combination with spatial activity so that it can provide experience and liven up the atmosphere of the interior space.
Kata Kunci : kedai kopi, covid-19, proksemika, pengalaman ruang, disain interior, kafe