PENGARUH PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KELURAHAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN
FADHILAH, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPermukiman kumuh dan kemiskinan merupakan masalah perkotaan yang muncul akibat laju pertumbuhan penduduk perkotaan yang tumbuh pesat. Disisi lain, pemerintah Indonesia sudah lama mencanangkan program penanganan permukiman kumuh bahkan sejak tahun 1969 hingga saat ini. Walaupun demikian, permukiman kumuh belum sepenuhnya tuntas padahal kemiskinan nasional sudah menunjukkan tren yang menurun. Kota Tarakan sebagai satu-satunya kota di Provinsi di Kalimantan Utara menunjukkan luasan permukiman kumuh yang terus bertambah dari tahun 2015-2019 yang juga diikuti dengan angka kemiskinan yang cenderung meningkat. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan bahwa apakah Program KOTAKU berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan atau tidak mengingat bahwa tujuan utama program adalah peningkatan kualitas permukiman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi capaian Program KOTAKU dan pengaruhnya terhadap pengentasan kemiskinan serta menemukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deduktif dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei instansional, wawancara mendalam, dan pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian Program KOTAKU di Kelurahan Selumit Pantai secara umum menunjukkan capaian yang sangat baik. Aspek yang memiliki capaian tertinggi terdapat pada aspek infrastruktur dasar sebesar 35,2%. Selanjutnya secara berurutan terdapat aspek aset sebesar 25,35%, kualitas bangunan rumah 15,5%, pengeluaran 12,67%, dan pendapatan 11,26%. Capaian program bertujuan untuk menjembatani pengaruh program terhadap kemiskinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program KOTAKU memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap pengentasan kemiskinan. Diketahui bahwa Program KOTAKU memberikan sedikit pengaruh terhadap peningkatan label kemiskinan absolut ke tahap rentan namun belum secara tuntas mengentaskan kemiskinan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah peran ketua RT, partisipasi masyarakat, sosial/keluarga, kesadaran warga, keterbatasan lahan, bencana kebakaran, dan tipologi wilayah.
Slum and poverty are urban problems that emerge due to the exponent growth of urban population. On the other hand, Indonesian government has long been planning a program on slum management since 1969. The poverty trend in Indonesia has diminished for the last 15 years. However, it is not followed by the lessening of the existence of slum area, even though there is a positive correlation between them. The study of the influence of that program on the poverty aspect is crucial given their entanglement. The purpose of this research is to identify the achievements of the KOTAKU Program and its effects on poverty alleviation and to find the factors that influence it. This research was conducted with a deductive approach and using qualitative research methods. Data collection was carried out through institutional surveys, in-depth interviews, and in the field. The data analysis technique was done by means of triangulation. The results showed that the KOTAKU program's achievements in Selumit Pantai village generally showed very good achievements. The aspect that had the highest achievement was in the basic infrastructure aspect with a contribution of 35.2%. Sequentially there are asset aspects of 25.35%, quality aspects of house buildings 15.5%, expenditures for further aspects of 12.67%, and aspects of income of 11.26%. Outcome programs aim to bridge the program's influence on poverty. The analysis showed that the KOTAKU program had an indirect effect on poverty alleviation. It is known that the KOTAKU Program has had little effect on increasing the absolute poverty label to the vulnerable stage but has not completely eradicated poverty. Meanwhile, the factors that most often arise in influencing poverty alleviation are the role of the RT head and community participation. These two factors affect all aspects of poverty alleviation. Social / family factors, community awareness, limited land, fire disasters, and regional typology only have a partial effect on poverty alleviation.
Kata Kunci : permukiman kumuh, program kotaku, pengentasan kemiskinan, selumit pantai