ALIENASI PELAKU HIKIKOMORI DALAM MASYARAKAT JEPANG
PUTRI PURNAMASARI, Robi Wibowo, S.S., M.A.
2021 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGHikikomori merupakan sebutan untuk seseorang yang menarik diri dari interaksi sosial dan mengurung diri di kamar atau rumahnya selama lebih dari enam bulan. Hikikomori memiliki kondisi yang berbeda dengan masyarakat umum yaitu sebagian besar hikikomori tidak bekerja, menggantungkan diri kepada orang tua, tidak memikirkan masa depan, serta tidak bersosialisasi dengan masyarakat luar, seolah-olah mereka memiliki dunianya sendiri dan mengasingkan diri (alienasi). Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi tidak langsung dari berbagai sumber data seperti YouTube, situs berita, jurnal, buku dan sumber lainnya. Teori alienasi yang digunakan adalah teori alienasi Melvin Seeman dengan lima unsur alienasi yaitu ketidakberdayaan (powerlessness), ketidakberartian (meaninglessness), ketiadaan norma (normlessness), keterasingan diri (self-estrangement), dan isolasi sosial (social isolation). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua faktor penyebab hikikomori yaitu faktor dalam dan faktor luar dari diri hikikomori. Selanjutnya, kelima unsur alienasi pada pelaku hikikomori adalah ketidakberdayaan, yaitu ketidakmampuan hikikomori untuk keluar dari ekspektasi dan ketakutan. Ketidakberartian, hikikomori merasa tidak memiliki tujuan hidup yang jelas sehingga mereka tidak melakukan kebiasaan yang baik untuk mendukung masa depan. Ketiadaan norma pada hikikomori yaitu mereka tidak mengikuti norma sosial di masyarakat Jepang seperti tidak melakukan on, gimu, dan giri. Keterasingan diri pada hikikomori yaitu mereka merasa tidak memiliki jati diri, identitas, dan tidak mampu untuk mengekspresikan diri. Selanjutnya bentuk isolasi sosialnya adalah pengecualian dalam interaksi sosial, pandangan buruk, dan sulitnya diterima kembali oleh masyarakat Jepang.
Hikikomori is a name for someone who withdraws from society and shuts themselves in their room or house for more than six month. Hikikomori have conditions that different with the other people like most of hikikomori do not go to work, dependent to parents, do not thinking about future, and not socializing with other people, it is look like they have their own world and isolate themselves (alienation). The data that collected in this research by indirect observation from various data sources like YouTube, news websites, journals, books and other data sources. The alienation theory that is used is Melvin Seeman's five elements alienation theory: powerlessness, meaninglessness, normlessness, self-estrangement, and social isolation. The result from this research is that there are two factors of hikikomori's cause they are inside and outside factors from hikikomori. Next, hikikomori's alienation forms are powerlessness, hikikomori have inability to go out from their expectation and fear. Meaninglessness, hikikomori feel they have not a clear life purpose so they do not make habits to support their future. Normlessness, hikikomori do not follow social norms in Japanese's society like do not on, gimu, and giri. Self-estrangement, they feel they have no identity and can not express themselves. Social isolation, exceptions in social interactions, bad view, and difficulty to be accepted back to Japanese society.
Kata Kunci : hikikomori, keterasingan, alienasi, penarikan diri