Pengaruh Pengembangan Aerotropolis Yogyakarta International Airport (YIA) Terhadap Keberlanjutan Jasa Ekosistem Budaya (Cultural) di Kawasan Pesisir Kulon Progo
IWAN AMINTO ARDI, Dr. Sudrajat, S.Si, M.P.;Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si, M.Si
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANKonsep aerotropolis telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai bentuk strategi pengembangan wilayah berbasis kegiatan bandara. Beberapa studi sebelumnya telah banyak membahas tentang pengaruh pengembangan aerotropolis terhadap perubahan pengguanaan lahan, perubahan sosial, dan perubahan kehidupan ekonomi masyarakat, dengan pendekatan masing-masing secara terpisah, sementara pengaruh terhadap jasa ekosistem budaya belum dikaji secara khusus. Hal yang membedakan penelitian dengan kajian sebelumnya adalah fokus kajian pada pengaruh pengembangan konsep aerotropolis YIA terhadap keberlanjutan jasa ekosistem budaya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengembangan aerotropolis terhadap keberlanjutan jasa ekosistem budaya di kawasan pesisir Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif dengan bantuan analisis statistik deskriptif tabulasi silang, dengan sumber data dari responden. Analisis didukung dengan interview mendalam dengan narasumber terkait yang memiliki pemahaman, kepentingan, dan pengetahuan mengenai pengembangan aerotropolis dan karakteristik ekosistem budaya di lokasi studi. Lokasi studi adalah kawasan aerotropolis Kulon Progo dengan pusat pengembangan di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta, yang terletak di Kecamatan Temon. Hasil studi menunjukkan bahwa pengembangan aerotropolis berpengaruh terhadap perubahan struktur dan pola ruang wilayah, serta berdasarkan preferensi masyarakat dan observasi lapangan telah terjadi perubahan kondisi pada 10 indikator jasa ekosistem budaya, pada lokasi-lokasi yang mencerminkan indikator tersebut, setelah pengembangan kawasan sekitar bandara sebagai kawasan aerotropolis. Sejumlah tiga indikator mengalami penurunan, dua indikator tidak berubah, dan lima indikator mengalami peningkatan kondisi. Terkait dengan kondisi tersebut, sebagian besar masyarakat bersedia untuk berkontribusi dalam kegiatan konservasi lingkungan sebagai penyedia layanan ekosistem budaya, baik finansial maupun non finansial. Upaya pengelolaan lingkungan sebagai bentuk pemantauan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya lingkungan perlu segera disusun sebagai antisipasi terhadap risiko yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dan mengancam keberlanjutan lingkungan.
The aerotropolis concept is now implemented in many countries. It is a concept where a strategy of regional development is based on airport activities. The previous studies discussed on the impact of aerotropolis development on landuse, social, and public eceonomic change. They use different approach to analyse the changes. However, the impact on the environment, especially cultural ecosystem has not been particularly examined. This paper analyse the impact of aerotropolis development concept on the sustainability of cultural ecosystem services. It is one of four ecosystem services which show the interaction strength between human life and natural environment. The cross tabulation analisys was employed to examine the relationship between aerotropolis development and cultural ecosystem change. The data was collected using observation and deep interview method. They who have well knowledge on aerotropolis development and the cultural ecosystem characteristic in the study area. The study area is located in Temon district, a small town near Yogyakarta International Airport (YIA), in Special Region of Yogyakarta, Indonesia. The result shows that aerotropolis development impacts the spatial structural and regional pattern change. It also impacts to the ten indicators of cultural acosystem services. There are three indicators which are decreased, two are remain unchanged, and the rest are increased. The respondents said that they are willing to contribute to the environment conservation activity as cultural ecosystem service provider, either financially or non financially.
Kata Kunci : aerotropolis, jasa ekosistem budaya, keberlanjutan, struktur dan pola ruang, pesisir, Kulon Progo