Laporkan Masalah

REPRESENTASI BUDAYA JEPANG YANG DIBAWA MEMBER JEPANG KE DALAM GIRL GROUP KOREA SELATAN IZ*ONE: ANALISIS SEMIOTIKA SAUSSURE

BAGAS PRAKOSO GINTING, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANG

Keanekaragaman budaya pada lingkup negara sangat mudah ditemui di era sekarang. Keanekaragaman budaya antar negara dapat mengakibatkan adanya peristiwa adaptasi budaya. Penelitian ini menganalisis adaptasi budaya yang terjadi oleh member Jepang yang terdapat di dalam girl group Korea Selatan IZ*ONE dengan menggunakan teori semiotika Saussure dan teori adaptasi budaya Gudykunst. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan contoh representasi budaya Jepang yang ditunjukkan oleh anggota IZ*ONE dan bentuk adaptasi budaya yang terjadi. Metode dari penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu tahap pengumpulan data dan tahap analisis data. Tahap pengumpulan data diperoleh dari tangkapan gambar dari rekaman-rekaman video siaran langsung, acara spesial, dan acara realitas yang tersedia di aplikasi VLIVE, kanal YouTube, dan situs berbayar. Tahap analisis data dilakukan dengan menganalisis gerak dan ucapan yang merepresentasikan budaya Jepang berdasarkan teori semiotika Saussure. Setelah menganalisis gerak dan ucapan, langkah terakhir dalam penelitian ini adalah menginterpretasikan gerak dan ucapan yang terjadi berdasarkan teori-teori yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk representasi budaya Jepang yang ditemukan yaitu sebanyak 8 budaya dengan rincian 4 berasal dari komunikasi non-verbal, 2 etika bertutur kata, dan 2 etika makan. Adapun bentuk representasi tersebut antara lain ojigi, gestur gattsu poozu, gestur unazuku, konsep uchi, konsep soto, budaya mencucup mi, dan bentuk kiraibashi. Selain itu, dalam beradaptasi dengan budaya lokal bentuk adaptasi budaya yang terjadi oleh anggota IZ*ONE yang berasal dari Jepang merupakan bentuk dekulturasi.

Cultural diversity within the scope of the country is very easy to find in this era. Cultural diversity between countries can lead to cultural adaptation events. This study analyzes how cultural adaptation occurs between members of the South Korean girl group IZ*ONE who came from Japan based on the representation of Japanese culture that they brought while in South Korea using the Saussure semiotic theory and the Gudykunst cultural adaptation theory. This study aims to determine the forms and examples of Japanese cultural representations shown by IZ*ONE members and the forms of cultural adaptation that occur. The method of this research consists of two stages, namely the data collection stage and the data analysis stage. The data collection stage is obtained from capturing images from live broadcast video recordings, special programs, and reality shows available on the VLIVE application, YouTube channels, and paid sites. The data analysis stage was carried out by analyzing motion and speech that represented Japanese culture based on the Saussure semiotics theory. After analyzing motion and speech, the final step in this study is to interpret the motion and speech that occur based on supporting theories. Based on the results of the study, the form of representation of Japanese culture found were 8 cultures with details of 4 coming from non-verbal communication, 2 speaking ethics, and 2 eating ethics. The forms of representation include ojigi, gattsu poozu gesture, unazuku gesture, uchi and soto concept, the culture of slurping noodle, and the form of kiraibashi. In addition, in adapting to local culture, the form of cultural adaptation that occurs by IZ*ONE members who come from Japan is a form of deculturation.

Kata Kunci : representasi, adaptasi, budaya Jepang, IZ*ONE

  1. S1-2021-413399-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413399-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413399-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413399-title.pdf