Hubungan antara Kepatuhan Pengendalian Diabetes Mellitus dengan Tingkat Keparahan Retinopati Diabetika pada Penderita Diabetes Mellitus di D. I. Yogyakarta
LUTHFI SYAITITA, dr. Muhammad Bayu Sasongko, Sp.M., M.Epid., PhD.; dr. Firman Setya Wardhana, Sp.M(K), M.Kes
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang diestimasikan terus mengalami peningkatan. DM akan menyebabkan komplikasi apabila tidak terkontrol dengan baik. Komplikasi paling umum adalah Retinopati Diabetika (RD). Retinopati Diabetik (RD) merupakan penyebab utama kebutaan pada usia produktif dan Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) bertanggung jawab atas tingginya presentase pasien dengan kehilangan penglihatan. Proteksi jangka panjang dapat dicapai apabila kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lipid terkendali yang dapat menurunkan progresi dan keparahan RD. Meskipun beberapa studi telah mengungkapkan faktor yang berhubungan dengan progresi dan keparahan RD pada pasien DM, namun tidak ada studi yang menjelaskan mengenai hubungan potensial pengendalian DM yakni aktivitas fisik kepatuhan minum obat, dan frekuensi kontrol dengan tingkat keparahan RD pada DMT2. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara kepatuhan pengendalian DM dengan tingkat keparahan RD pada penderita DM di D.I. Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sebanyak 300 data subjek dikumpulkan berdasarkan kriteria inklusi berusia lebih dari sama dengan 30 tahun, DM tipe 2, secara acak pada periode Maret 2018 - Maret 2020. Data kemudian di analisis dengan statistik menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil Penelitian: Pengendalian DM secara signifikan berpengaruh terhadap tingjat keparahan RD. Dari ketiga variabel pengendalian DM, frekuensi kontrol ke dokter secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat keparahan RD. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ketiga variabel pengendalian DM yakni tingkat aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, dan frekuensi kontrol dengan tingkat keparahan RD di D. I. Yogyakarta.
Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease which is estimated to increase. DM will cause complications if its control was not good. The most common complication is Diabetic Retinopathy (DR). Diabetic Retinopathy (DR) leading to blindness in productive age and type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) have responsibility for the high percentage of patients with vision loss. Long-term protection can be achieved when blood sugar, blood pressure and lipid levels was controlled which can reduce the progression and severity of DR. Although several studies have revealed factors related to the progression and severity of DR in DM patients, there are no studies that explain the potential relationship of DM control, which is physical activity, medication compliance, and frequency of control with the severity of DR in T2DM. Purpose: To know the correlation between compliance in diabetes mellitus control and the severity of DR in patients with DM in D. I. Yogyakarta. Methods: Cross-sectional study design were used in this study. Total 300 subject's data was collected based on inclusion criteria people who aged more than equal to 30 years, type 2 DM, randomized from March 2018 to March 2020. Then, data was analayzed with multiple linear regression test. Result: DM control significantly affects the severity of DR. Of the three DM control variables, the frequency of control to the doctor significantly affects the severity of DR. Conclusion: There is a relationship between the three DM control variables, which is the level of physical activity, compliance to taking medication, and frequency of control with the severity of DR in D. I. Yogyakarta.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Diabetes Mellitus tipe 2, Pengendalian Diabetes Mellitus